Artikel mengenai tenun garut




20
Oct 11

Kreasi Tenun Bali


Di Bali, tenun bukan hanya merupakan keahlian yang dikuasai orang dewasa. Melainkan anak-anak juga dapat menenun.

Putu Wijaya (11), siswa kelas V SD di Sidemen, misalnya, sudah menguasai teknik ikat. Teknik ini adalah bagian penting dari produksi kain tenun Bali. Hal ini diungkap oleh I Gusti Ayu Ok, salah seorang perajin tenun yang dibina oleh CTI, Cita Tenun Indonesia.

CTI bekerja sama dengan Garuda Indonesia membentuk tim pembinaan perajin tenun di beberapa daerah, termasuk di Bali. Dalam tim ini, antara lain terdapat desainer tekstil, Ratna Panggabean, dan desainer fashion, Priyo Oktaviano.

Semoga dengan terus dilakukannya pembinaan terhadap para penenun di seluruh Indonesia, akan lahir banyak Putu Wijaya kecil lainnya. Sehingga, akan lahir generasi penerus dalam bidang tenun dan tenun Indonesia takkan pernah punah ditelan masa.

Sumber: Kompas Female.


27
May 11

Globalisasi Kain Lokal


Tenun merupakan hasil karya berupa kain yang dibuat dengan benang dan dimasukkan ke dalam pakan pada alat yang disebut lungsin. Dan tenun masih terbagi lagi menjadi songket, yang merupakan tenun dengan benang emas atau perak, kemudian ada ikat, dobel ikat, dan pakan.

Nilai ke-Indonesia-an memang merupakan salah satu poin yang perlu diperhatikan oleh kain tenun saat ini. Hal ini terkait beberapa pakem desain yang memang selayaknya tidak berubah saat dikonstruksi.

Di balik itu juga pemerintah berencana untuk meregulasikan ketentuan dalam meletakkan nama Indonesia bagi para label internasional yang memang bekerja sama degan pengrajin, seperti yang pernah diungkapkan MS Hidayat, Menteri Perindustrian. Ada pun beberapa brand yang sempat membuat pamor tenun menjadi pembicaraan dunia mode seperti: Gucci, ETRO atau Dries Van Noten.

Siapkah Anda menjadi bagian dari pencanangan tenun di negeri ini?

Sumber: KapanLagi.com: WomanKapanLagi.com – Globalisasi Kain Lokal.


26
May 11

Oscar Lawalata: Gelisah dengan Nasib Kain Tenun Ikat


Kegelisahan akan nasib tenun ikat ternyata juga melanda hati desainer kenamaan, Oscar Lawalata.

Perancang busana ternama Oscar Lawalata, menampilkan kursi kayu tradisional, yang biasa ditemui di ruang kelas sekolah. Bedanya, sembilan kursi ini bergambar motif tenun ikat Nusa Tenggara Timur, khususnya motif Timor, Sumba, Sabu, dan Alor.

Menurutnya, kursi tersebut dihias dengan motif tenun adalah untuk menyimbolkan bahwa pendidikan tentang tenun sebaiknya diperkenalkan semenjak di bangku sekolah. Dengan demikian, tenun Indonesia tidak akan punah.

Sumber: Oscar Lawalata: Gelisah dengan Nasib Kain Tenun Ikat – Kompas Female.