Posts Tagged: motif


11
Oct 11

Tenun Sambas Dibina

Kain tenun Sambas yang memiliki keunikan mulai diperkenalkan kepada masyarakat dunia. Potensi tersebut mendapat perhatian PT Garuda Indonesia yang berkomitmen melakukan pendampingan dan pembinaan.

Okke Hatta Radjasa, Ketua Cita Tenun Indonesia (CTI) meninjau sentra kerajinan tenun Sambas di Desa Semberang Kabupaten Sambas.

Okke berharap tenun Sambas bisa semakin maju dan berkembang, terlebih dengan kerja sama pembinaan dari CTI dan PT Garuda. “Semoga bisa memberikan yang terbaik bagi kemajuan tenun daerah,” katanya.

Bupati Sambas Hj Juliarti mengucapkan terima kasih atas pembinaan yang diberikan CTI dan PT Garuda. Pembinaan yang dilakukan tidak saja pelatihan, melainkan turut mempromosikan kain Sambas yang memiliki beberapa motif yang khas, salah satunya Pucuk Rebung.

“Dengan adanya pelatihan dan pembinaan serta promosi yang dilakukan CTI dan PT Garuda Indonesia dapat memajukan tenun Sambas di tingkat Nasional,” harap Juliardi.

Sumber: equator-news.com


25
May 11

Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female

Sangat melegakan. Citra kain tradisional kini makin terangkat di dunia fashion. Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2011 menampilkan ragam koleksi busana ready-to-wear dengan sentuhan kain tradisional karya para perancang lokal.

Siapa bilang kain tradisional kuno? Kini kain tradisional dirancang dengan konsep modern, edgy, modis, sehingga menambah pesonanya. Desainer ternama yang tergabung dalam Ikatan Perancang Muda Indonesa (IPMI) menampilkan konsep busana bergaya etnik dengan ragam pilihan kain tradisional.

Sebut saja kain lurik Jawa, tenun ikat NTT, tenun sutera Makassar, tenun Badui, tenun Garut, kain Jambi, dan songket Bali, yang semuanya dirancang menjadi koleksi busana siap pakai.

Siapa saja yang menampilkan karya cantik berbahan kain tradisional?

  • Era Sukamto dengan tenun Badui dan Garut
  • Barli Asmara dengan tenun sutera Makassar
  • Stephanus Hamy dengan tenun NTT
  • Musa Widyatmodjo dengan lurik Jawa

Bagaimana dengan Anda? Kain apa yang ingin Anda tampilkan?

Sumber: Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female.


8
Mar 11

Pameran Tenun pada Dies Natalis ke-65 FIB UGM

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gajah Mada (UGM) turut berpartisipasi dalam melestarikan budaya bangsa dengan mengadakan Pameran Tenun pada rangkaian acara Dies Natalis ke-65-nya.

Dipamerkan 50 jenis kain tenun Nusantara di usat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM. Pada pameran yang berlangsung dari tanggal 3 – 5 Maret silam, pengunjung bisa mendapatkan beragam informasi seputar kain tenun.

Dra Djaliati Sri Nugrahani, Koordinator pameran dan bazar tenun, yang juga merupakan Dosen Jurusan Arkeologi UGM, menjelaskan mengenai beragam kain tenun yang dipamerkan di sana. Menurutnya, pameran seperti ini penting agar tenun tidak punah dan tetap mendapatkan perhatian yang memadai dari berbagai pihak.

Sumber berita: Ada yang Berusia 100 Tahun, Ada yang Dipakai Untuk Tolak Bala.

Beberapa kain tenun dari seluruh Nusantara:

Tenun Sintang, Kalimantan. Klik gambar di atas untuk melihat foto kain ini yang lainnya.

Tenun Tuban, Jawa Timur. Klik gambar di atas untuk melihat foto kain ini yang lainnya.

Tenun Lurik, DIY Yogyakarta. Klik gambar di atas untuk melihat foto kain ini yang lainnya.

http://kainikat.com/toko/syal-tenun-tuban-bunga-warna-terong/

27
Dec 10

Primadona Kain Tenun Sulawesi Tenggara, Tenun Tolaki

Foto: Dok. Majalah Expo

Tenun Tolaki merupakan primadona kain tenun khas Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini tradisi menenun masih berkembang karena kecintaan masyarakatnya terhadap kain tradisional tersebut.

Salah satu trik dalam mempertahankan kebudayaan kain tolaki ini adalah dengan menciptakan mitos. Mereka selalu menjadikan kain tenun sebagai pakaian kebesaran dalam setiap pesta adat di lingkungan masyarakat tolaki. Mereka berkeyakinan, jika dalam upacara adat tidak menggunakan kain tenun tolaki, maka akan terasa ada yang sangat kurang.

Motif yang cukup terkenal di masyarakat tolaki adalah ragam hias mua. Motif ini biasanya menggunakan warna jingga muda, kelabu, biru laut, kuning susu, hijau lumut, dan merah samar. Selain itu digunakan juga benang emas yang membentuk motif garis halus dan kesan bunga kecil.

Kain tenun bercorak biasa disebut sebagai kain coraj hujan panas karena adanya kesan berkilat yang disebabkan adanya benang emas. Jika benang emas membentuk garis lurus maka disebut sebagai tenun/songket selit.

Sumber tulisan dan photo: Majalah Expo: Kain Tenun Tolaki.


16
Dec 10

Dari Mesin Tenun Tercipta Toyota

Berlatar belakang dari keluarga penenun ternyata membawa berkah tersendiri bagi Sakichi Toyoda. Pendiri pabrik mobil bermerek Toyota ini, memulai debutnya dengan mengutak-atik mesin tenun milik ibunya.

Sakichi terus berupaya menciptakan mesin tenun yang lebih efisien dibandung alat tenun manual. Jungkir balik usahanya tidak sia-sia karena pada tahun 1896 ia berhasil mematenkan mesin tenun otimatis di Jepang dengan nama Toyoda Loom Works yang kemudian berubah menjadi Toyoda Automatic Loom Works.

Rasa tidak puas terus menggelayuti diri Toyoda hingga memutuskan untuk mengamati dan mempelajari cara-cara industri barat. Berkat ilmunya tersebut, dia berhasil melahirkan perusahaan otomotif berama Toyota. Uniknya, penamaan Toyota di Jepang terwakili dalam 8 karakter, dan delapan adalah angka keberuntungan bagi kalangan masyarakat Jepang.

Sumber tulisan dan photo: Asal Usul Berdirinya Toyota.


11
Dec 10

Kain Tenun Tak Akan Pernah Mati

Foto: Dok. Tempointeraktif

Sama halnya dengan batik, kain tenun juga merupakan warisan budaya Indonesia. Variasi ragam motifnya pun tidak kalah dengan kain batik, hampir setiap daerah memiliki motif khas yang unik dan menarik.

Daya tarik kain tenun tidak hanya terletak pada motif, tetapi juga makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap jenis kain. Ada beberapa kain tenun yang dinilai memiliki kesakralan sehingga hanya digunakan pada momen-momen tertentu, seperti pernikahan, kelahiran, atau kematian.

Teknik pembuatan kain tenun juga membutuhkan keterampilan tersendiri, terutama jika berhadapan dengan ATBM. Kesabaran dan ketekunan menjadi senjata para perajin dalam menciptakan kain tenun yang menawan. Sama halnya yang dilakukan oleh para perajin di Nusa Tenggara Timur.

Ketekunan inilah yang membuat perancang ternama Oscar Lawalata melakukan proyek tenun NTT bersama Laura Miles, perancang asal Inggris. Proyek tersebut diberi nama ‘Weaving the Future’.

Sumber tulisan dan photo: Tempointeraktif.Com – Mahadaya Tenun Indonesia Timur .


10
Dec 10

Gaya Syal Era 2011

Foto: Dok. Lifestyle

Syal yang dulunya hanya digunakan sebagai penghangat badan, sekarang mulai beralih fungsi menjadi sarana mode. Menurut sejumlah desainer, pesona syal diperkirakan akan menjadi tren pada 2011 mendatang.

Keunikan syal tidak hanya terletak pada variasi motif yang menghias asesoris ini. Namun, teknik melilitkannya juga menjadi gaya tersendiri di dunia fashion. Berbagai metode melilit syal dapat Anda lihat pada link Cantik dengan Syal – lifestyle.okezone.com.

So, sepertinya syal berbahan tenun juga bisa menjadi daya tarik Anda dalam berbusana.

Sumber tulisan dan photo: Cantik dengan Syal – lifestyle.okezone.com


7
Dec 10

Kembali ke Era 70-an

Foto: Dok. Lifestyle

Dunia fashion mulai mengusung gaya 70-an berupa hippies dan bohemian. Perbaruan ini akan membuat dunia fashion semakin berwarna dan ceria.

Gaya ini mulai terlihat di pertunjukan Marc Jacobs, Michael Kors, juga Diane von Furstenberg. Mereka menggunakan unsur seventies pada rancangannya. Seperti, Jacobs mengambil tassel motif psychedelic untuk kreasinya baik bagi lini Marc Jacobs maupun lini sekunder Marc by Marc Jacobs.

Dan aura 70-an ini tidak hanya melanda dunia internasional, tetapi juga di Indonesia. Hal ini terlihat koleksi Ghea Panggabean yang dipamerkan di Jakarta Fashion Week.

So, sepertinya dunia akan kembali ke era 70-an

Sumber tulisan dan photo: Inspirasi Seventies – lifestyle.okezone.com.


2
Dec 10

Perjalanan Kain Tapis

Foto: Dok. Tempointeraktif

Kain tapis adalah kain tradisional asal Lampung. Kain ini yang diproduksi dengan menggunakan alat sederhana ini memiliki sejarah yang cukup panjang.

Sebelum muncul kain tapis, menurut van der hoop, masyarakat Lampung telah melakukan kegiatan tenun kain brokat yang disebut Nampan dan Pelepai pada abad II M. Motif-motif yang sering menghiasi kain adalah pohon hayat, binatang, bunga melati.

Kain brokat kemudian berkembang menjadi kain tapis yang disulam dengan benang sutra putih yang dinamakan kain tapis inuh. Hiasan-hiasan motif kala itu dipengaruhi oleh unsur tradisi Neolithikum. Lalu masuknya berbagai agama juga memberi pengaruh pada ragam hias pada kain tapis.

Perkembangan kain tapis pun semakin besar, seiring dengan perubahan zaman. Akibatnya, motif dan jenis kain tapis pun semakin banyak. Untuk membaca sejarah kain tapis dengan lebih lengkap, silakan buka link di bagian bawah.

Yuk! Berkenalan dengan sejarah budaya Indonesia…

Sumber tulisan dan photo: Tempointeraktif.Com – Sejarah Keindahan Kain Tapis Lampung .


2
Dec 10

NTT Tak Hanya Kaya Motif Tenun…

Kain tenun NTT tidak hanya kaya akan ragam motifnya, tetapi juga memiliki jenis teknik pembuatan yang berbeda-beda. Sehingga dampaknya, produksi kain tenun wilayah NTT sangat berlimpah dan unik.

Berdasarkan buku Chic mengolah wastra Indonesia, teknik pembuatan kain tenun asal NTT terbagi menjadi tiga, yaitu

1. Tenun ikat

Teknik ini sudah biasa dipakai oleh penenun dari wilayah manapun se-Indonesia, yaitu dengan mengikat benang kemudian baru dicelupkan pada pewarna. Penyebaran kain tenun dengan teknik ini berlangsung di Manggarai dan sebagian Ngada.

2. Tenun Buna

Membuat ragam hias dengan teknik ini, diawali dari mewarnai benang terlebih dahulu. Baru kemudian dilakukan penenunan. Teknik ini banyak dipakai dan tersebar di Kupang, Belu serta Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.

3. Tenun Songket

Teknik hampir mirip dengan Tenun Buna. Hanya saja wilayah sebarannya berada di Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Alor, Flores Timur, Lembata, Sikka, Ngada dan Manggarai.

Sumber:

Tempointeraktif.Com – Tiga Jenis Tenun Nusa Tenggara Timur .