Artikel mengenai motif batik tumpal beserta penjelasan




1
Feb 13

Beragam Jenis Motif Batik Tumpal


Dalam batik itu sendiri ada tiga macam ragam hias atau motif yang dipakai, yaitu motif geometris, motif nongeometris dan motif benda mati. Untuk motif benda mati biasanya berupa batu, matahari atau api sedangkan untuk motif nongeometris biasanya berupa manusia, hewan dan tumbuhan,. Motif geometris itu sendiri agak berbeda dan dibagi menjadi kawung, swastika, meander, tumpal, dan pilin ganda. Saat ini kita akan mengenal lebih jauh tentang motif batik Tumpal yang merupakan bagian dari motif geometris pada batik. Motif tumpal itu sendiri adalah motif dengan bentuk dasar segitiga sama kaki. Biasanya motif ini menjadi hiasan pinggir pada kain batik dan variasi yang dilakukan biasanya berkisar pada pemberian warna atau hiasan pengisinya.

Sejarah motif batik Tumpal itu sendiri sudah dimulai sejak jaman pra-sejarah walaupun mungkin pada masa itu belum dikenal dengan nama batik. Model segitiga pada motif tumpal bisa dikatakan bermakna simbolik dimana motif ini menggambarkan konsep kesatuan antara manusia, alam semesta dan juga alam lain. Selain itu simbol ini juga merupakan simbol yang menggambarkan proses perjalanan panjang dari hal-hal yang bersifat duniawi menuju hal-hal yang bersifat Ketuhanan. Seiring perkembangan jaman, motif ini mulai berubah fungsi dan tidak hanya sekedar simbol tapi lebih kepada pemenuhan segi estetika dari batik itu sendiri.

Motif batik Tumpal bisa ditemukan hampir di semua jenis dan etnik kebudayaan Indonesia. Salah satu contohnya adalah di daerah Indramayu. Ada dua jenis motif tumpal yang ada di daerah ini, yaitu tumpal pasung dan tumpal mainang. Tumpal pasung adalah motif segitiga yang dibentuk dari tombak yang dihadapkan secara sejajar, yang melambangkan ketegasan masyarakat Indramayu dalam berjuang melawan penjajahan. Sedangkan motif tumpal mainang itu sendiri mirip dengan tumpal pasung hanya saja dalam pertemuan antara kedua ujung tombak dibuat sebuah kotak yang berisikan hiasan bunga berukuran kecil. Untuk daerah lain itu sendiri masih banyak jenis dan modifikasi dari motif tumpal sesuai dengan karakteristik daerah itu sendiri.