Artikel mengenai model baju kain songket




4
Dec 12

Batik, Fashion Modern yang Bergengsi


Spektakuler! Kata-kata itulah yang pantas diucapkan untuk perkembangan batik Indonesia. Masih menganggap bahwa batik itu kuno? Wah, itu sih dulu. Sekarang, batik dicintai dan oleh seluruh generasi di Indonesia.

Pada Minggu, 2 Desember 2012, BlogDetik menyelenggarakan acara bertajuk Blogger Bicara Fashion. BatikIndonesia.com turut berperan sebagai sponsor dengan menyediakan paket-paket batik untuk doorprize dan hadiah games.

Siang itu, suasana di FX Sudirman lantai 3, sangat ramai. Acara Blogger Bicara Fashion merupakan bagian dari program Fashion Market yang diselenggarakan oleh mall besar di Jakarta tersebut.

Di main stage, Farel, MC dari BlogDetik, sedang memandu acara. Narasumbernya adalah Diyan Arto (desainer batik yang sukses merengkuh seluruh generasi untuk memilih batik), Lathifah Riphat (jika membaca tulisan ini sampai selesai, kamu akan tahu betapa hebatnya dia dalam berbelanja!), dan Aria Rajasa (pemilik clothing line yang omzetnya ratusan juta setiap bulannya).

Berbekal minat besarnya pada dunia fashion, Diyan Arto menjadi desainer batik yang sudah memiliki banyak pelanggan. Padahal, wanita ayu ini mengaku tidak mahir menjahit, menggunting, dan memola kain.

Batik memang ditemukan di mana-mana, dengan harga yang murah. Tapi, batik yang sesungguhnya adalah kain yang dikerjakan dengan proses membatik, seperti mendesain motif, melukis dengan canting dan malam, sampai proses ngelorot. Jadi, bukan sekadar kain bermotif batik. Seni dan proses rumit itulah yang menjadikan kain batik sangat bernilai sekaligus bergengsi.

Tips dari desainer asal Solo ini, kesuksesan bisnisnya disebabkan karena beberapa hal. Pertama, jauhkan sikap idealisme, sebab kadang-kadang sikap ini dapat menjatuhkan diri sendiri. Kedua, pembeli adalah raja. Karena itu, kita sebagai penjual harus bertanggung jawab luar biasa. Misalnya, jika seorang pelanggan naksir berat dengan pakaian batik tertentu, jika model atau motif tersebut tidak cocok untuknya, hendaknya kita memberitahu. Sebagai gantinya, bantulah untuk mencari solusi. Wah, tips yang keren, ya.

Narasumber kedua adalah seorang wanita cantik yang modis bernama Lathifah Riphat. Selain kecantikan dan kepandaiannya dalam memadupadan pakaian, kehebatan Latifah adalah kemampuan belanjanya. Bayangkan! Dalam sehari, dia pernah berbelanja hingga Rp40 juta!

Menurut penuturan Lathifah, dia akan membelanjakan barang jika barang itu bagus di matanya. Dia menyukai semua jenis barang fashion seperti batik, tas, dan high heels. Semahal apa pun, jika barang itu disukainya, dia akan membawanya ke kasir dan membayarnya. Prinsip Lathifah, selama barang itu berkualitas, tak perlu ragu untuk membelinya.

Narasumber yang terakhir adalah Aria Rajasa. Dia adalah pemilik clothing line gantibaju.com. Awalnya, Aria memilih menjual kaos-kaosnya secara online, karena keahliannya memang di bidang komputer. Kini, dia sudah memiliki toko offline yang ada di Jakarta dan Bandung.

Oh ya, sistem  penjualan yang digunakan oleh Aria ini berbeda dari clothing line yang lain, yaitu dengan cara melibatkan langsung calon pelanggannya dalam memilih dan menjual kaos-kaosnya. Tak heran jika clothing line ini meraup ratusan juta setiap bulannya.

Acara Blogger Bicara Fashion ini dilanjutkan dengan fashion show dari para blogger. Mereka mengenakan batik rancangan Diyan Arto. Setelah para model berlenggak-lenggok di atas catwalk, Diyan Arto memberikan informasi mengenai masing-masing karyanya. Yang paling mengagumkan, desainer ini dapat membuat pakaian dengan kain sepanjang 4 meter tanpa dipotong dan dijahit!

Di tangan Diyan, kain batik motif sekar jagat dan parang klithik, dapat menjelma menjadi long dress, sack dress, kemeja, dengan model modern yang dipadu dengan kain brokat, chiffon, dan payet.

Hiburan fashion selesai, dilanjutkan dengan hiburan lagu. Tiga penyanyi yang berasal dari Komunitas Kumpulan Emak-Emak Blogger, yaitu Mak Fiki, Mak Olly, dan Mak Wiwik, memamerkan suara merdunya lewat lagu Bunda dan When You Tell Me That You Love Me.

Di akhir acara, Farel mengundang beberapa penonton untuk ikut dalam games. Mereka pun berhak atas paket cantik dari BatikIndonesia.com.

Pengundian doorprize menjadi penutup acara. Selain paket elegan dari BatikIndonesia.com, ponsel dan job review bernilai jutaan rupiah pun diboyong oleh para pemenang.

Dari acara ini, terbukti, batik asli Indonesia seperti batik tulis dan batik cap, telah menjadi bagian hidup dari seluruh generasi.

 


1
Aug 11

Mengenal Multibudaya Masyarakat Kupang


Kupang (foto: mexybaitanu.blogspot.com)

Kupang (foto: mexybaitanu.blogspot.com)

Kupang merupakan ibu kota Nusa Tenggara Timur yang di barat daya Pulau Timor.

Sebagai salah satu dari tiga pulau terbesar di Nusa Tenggara Timur, Pulau Timor sekarang diduduki oleh dua Negara yaitu Timor Leste yang baru melepaskan diri dari Indonesia, dan sisanya adalah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seperti masyarakat di kota lain NTT, orang Kupang pun memiliki motif dan pola kain tenun yang disebut tenun ikat.

Tenun Ikat adalah hasil keterampilan lokal, ditenun dengan indah berpadu pola-pola yang rumit penuh makna.

Bukan hanya orang Kupang yang bangga terhadap kain tenun tetapi semua orang Indonesia telah merasa memiliknya sebagai identitas nasional dan menjadi salah satu warisan berharga nasional.

Sumber: Okezone.com.


28
May 11

Buku “Five Centuries Of Indonesian Textiles – The Mary Hunt Kahlenberg Collection” Menang Hadiah Pertama di 31st Annual Wittenborn Book Awards


Buku FIVE CENTURIES OF INDONESIAN TEXTILES yang dirangkum oleh Ruth Barnes dan Mary Hunt Kahlenberg memenangkan hadiah pertama pada George Wittenborn Book Awards yang ke-31 yang diadakan setiap tahunnya di New York.

Buku ini menghadirkan serangkaian gambar kain-kain tradisional Indonesia yang merupakan koleksi Mary Hunt Kahlenberg sendiri. Salah satunya adalah foto dua pria Jawa dalam balutan kain dalam gambar ini.

Mary Hunt Kahlenberg memang telah lama bergelut dengan tekstil. Diawali dengan pendidikannya dalam bidang desain di Chicago, Vienna dan Berlin, Mary menempati posisi sebagai kurator di Textile Museum in Washington D.C. Dari sanalah perkenalannya dengan kain Indonesia berawal.

Ia juga pernah menjabat sebagai kepala Costume and Textile Department di Los Angeles County Museum of Art. Dan ia pun mulai mengumpulkan koleksi kain Indonesia dan Pra Kolumbia-nya.

Semoga dengan kemenangannya ini, kain-kain tradisional Indonesia semakin mendapat perhatian dunia, dan tentunya perhatian dari warga dan pemerintah Indonesia sendiri.

Sumber: “FIVE CENTURIES OF INDONESIAN TEXTILES – THE MARY HUNT KAHLENBERG COLLECTION” Wins First … – Artwire Press Release from ArtfixDaily.com.