Artikel mengenai macam-macam kain tenun




26
Mar 13

Macam-Macam Kain Tenun Ikat Sulawesi


New Products

Tak ada yang meragukan lagi bahwa Sulawesi adalah surganya kain tenun ikat. Dari benang, dipintal, dan ditenun menjadi lembaran-lembaran kain yang cantik. Kain-kain tersebut memiliki perbedaan pada ukuran, motif, maupun fungsi.

Berikut jenis-jenis kain tenun ikat yang dihasilkan di Pulau Sulawesi.

Paporitonoling

Tonoling merupakan nama tempat kain jenis ini dibuat. Sedangkan, pori artinya kain ikat. Pada pinggir kain jenis ini dihias dengan barisan tumpal bermotif runcing pada ujungnya. Hiasan ini merupakan ciri khas dari kain paporitonoling. Pada bagian tengah bidang kain, dihias dengan dua baris motif sekon (mirip bentuk huruf X). Dasar kain diberi kombinasi warna biru tua dan warna kecokelatan seperti karat besi.

Sekomandi

Kain ini memiliki tambahan rumbai. Pada bagian bawah, masih dihias dengan motif tumpal runcing. Bagian kanan dan kiri kain dihias dengan garis-garis berwarna merah, putih, dan abu-abu atau biru muda. Sedangkan, pada bagian bidang tengah, dihias dengan motif sekon. Namun, sekon yang ada pada sekomandi ini bentuknya lebih sederhana.

Sora Langi

Kain tenun ikat ini berupa dua kain yang disambung menjadi satu kain lebar. Menyambungnya dengan cara dijahit tangan. Ragam hiasnya berupa bentuk-bentuk geometris. Kain sora langi berbentuk jalur-jalur yang dibatasi dengan motif-motif bentuk bintik. Warna dasarnya sama dengan kain paporitonoling, yaitu seperti karat besi.

Porisitutu

Kain porisitutu berbentuk kain yang lebar. Bagian bawah kain tetap berhias tumpal runcing, namun ukurannya lebih lebar dibandingkan kain jenis lain. Bidang tengah kain juga dihiasi motif geometris berbentuk anak panah yang menghadap arah berlawanan. Motif ini menggambarkan kekuatan berlawanan, yang sangat berarti bagi kehidupan manusia.

Porilonjong

Bentuknya panjang seperti selendang. Cara menggunakannya adalah dengan dibentangkan. Kain ini banyak digunakan pada upacara adat. Sama seperti jeni kain lain, porilonjong dihias dengan motif geometris. Pada bagian pinggirnya dilengkapi dengan rumbai.

Kain-kain tenun ikat ini tampak sangat cantik. Kekayaan Sulawesi akan kain-kain tenun ikat, membuat siapa pun, termasuk turis-turis mancanegara yang datang ke pulau ini, ingin mengoleksi semua jenis kainnya.


8
Sep 11

Keindahan Tenun Biboki


New Products

Kain tenun ikat Biboki memiliki motif yang dipakai secara turun-temurun, yang juga merupakan tanda pengenal bagi orang Biboki.

Para wanita yang membuatnya, di masa lampau, berkumpul dan berkelompok untuk memintal benang bersama. Bahkan, kegiatan ini semakin semarak saat dikerjakan pada bulan purnama. Bunyi alat pemintal bersahutan dengan gelak tawa riang para penenun.

Keistimewaan kain tenun Biboki lainnya adalah kain ini terbuat dari kapas asli dan pewarna alami. Hal ini tentu perlu dilestarikan.

Bukan hanya itu, kain tenun Biboki juga merupakan sumber penghasilan bagi warganya. Karena, jika musim kering, mereka tidak berkebun atau bertani, yang merupakan sumber penghasilan utama mereka.

Kain tenun Biboki juga memiliki nilai relijius karena berfungsi sebagai media yang dapat dipakai untuk warganya memuja/sembahyang kepada leluhur.


28
May 11

Buku “Five Centuries Of Indonesian Textiles – The Mary Hunt Kahlenberg Collection” Menang Hadiah Pertama di 31st Annual Wittenborn Book Awards


New Products

Buku FIVE CENTURIES OF INDONESIAN TEXTILES yang dirangkum oleh Ruth Barnes dan Mary Hunt Kahlenberg memenangkan hadiah pertama pada George Wittenborn Book Awards yang ke-31 yang diadakan setiap tahunnya di New York.

Buku ini menghadirkan serangkaian gambar kain-kain tradisional Indonesia yang merupakan koleksi Mary Hunt Kahlenberg sendiri. Salah satunya adalah foto dua pria Jawa dalam balutan kain dalam gambar ini.

Mary Hunt Kahlenberg memang telah lama bergelut dengan tekstil. Diawali dengan pendidikannya dalam bidang desain di Chicago, Vienna dan Berlin, Mary menempati posisi sebagai kurator di Textile Museum in Washington D.C. Dari sanalah perkenalannya dengan kain Indonesia berawal.

Ia juga pernah menjabat sebagai kepala Costume and Textile Department di Los Angeles County Museum of Art. Dan ia pun mulai mengumpulkan koleksi kain Indonesia dan Pra Kolumbia-nya.

Semoga dengan kemenangannya ini, kain-kain tradisional Indonesia semakin mendapat perhatian dunia, dan tentunya perhatian dari warga dan pemerintah Indonesia sendiri.

Sumber: “FIVE CENTURIES OF INDONESIAN TEXTILES – THE MARY HUNT KAHLENBERG COLLECTION” Wins First … – Artwire Press Release from ArtfixDaily.com.