Artikel mengenai kelebihan dan kekurangan kain songket




12
Jun 10

Sarung Tenun


Semua orang pasti mengenal sarung, salah satu pakaian yang bisa dibilang merakyat. Sarung diproduksi dengan cara menenun, yang pembuatannya dapat menggunakan dua macam alat, yaitu ATM [Alat Tenun Mesin] atau ATBM [Alat Tenun Bukan Mesin].

Masing-masing alat memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Secara kuantitas ATM lebih merajai, tetapi untuk kualitas ATBM lebih unggul karena keluwesan tangan lebih menjamin dibandingkan mesin.

Alat Tenun Bukan Mesin atau Gedokan adalah alat tenun dari kayu yang biasa digunakan oleh para perajin tenun. Bahan kain yang digunakan untuk membuat sarung tenun sangat beragam, apalagi jika menyangkut motif.

Mungkin sejauh ini kita hanya mengenal Songket, kain tenun asal Palembang atau Ulos dari Batak, padahal masih banyak produksi kain tenun dari penjuru daerah di seantero Indonesia yang memiliki kekhasan masing-masing. Seperti kain tenun Donggala yang terbuat dari benang sutra; lurik, kain tenun dari Yogjakarta dan Solo, yang khas dengan motif garis-garis; atau kerajinan tenun ikat sarung yang terkenal dari Samarinda.

Beragamnya gaya dan motif kain tenun di Indonesia membuat konsumen mancanegara jatuh cinta dengan produk anak negeri ini. Terbukti dari tingkat ekspornya yang cukup tinggi.

Dari sini muncul pertanyaan, bagaimana dengan putra-putri Indonesia? Apakah telah jatuh hati dengan produk dalam negeri, termasuk sarung tenun?