Posts Tagged: kainikat.com


14
Jan 11

Tren Mode 2011, Etnik dan Eksotis

Tren Mode 2011

Tenun akan menjadi salah satu tren mode 2011. Etnik dan eksotis.

Beberapa waktu silam, desainer Carmanita, Tuty Cholid, dan Priyo menghadirkan rancangan mereka yang bernuansa etnik pada pagelaran busana Trend Show IPMI.

Tenun yang diangkat adalah tenun Makassar, Ujung Pandang, tenun ikat Bali, songket Palembang, serta tenun dan songket Bali.

Meski mengemasnya dalam desain modern, karya ketiga perancang ini sangat kuat unsur etniknya.

Siap tampil cantik di 2011? Kenakan tenun ikat!

Sumber berita & foto: Tren Mode 2011, Sentuhan Etnik nan Eksotis – lifestyle.okezone.com.


27
Dec 10

Kenakan Kain Tenun!

Foto: Dok. mardianapontianak

Kepedulian terhadap kain tradisional amat sangat penting tertanam dalam diri setiap bangsa Indonesia. Namun, tidak sekadar itu, bentuk kepedulian juga perlu ditunjukan dengan menggunakan dan mempromosikan berbagai jenis kain tradisional, salah satunya kain tenun.

Coba lihat gambar di atas. Gambar tersebut merupakan salah satu baju tradisional khas melayu yang dikenal dengan nama baju kurung/ teluk belanga. Pada bagian pinggang si laki-laki terdapat kain yang mengikat, sekaligus penambah keindahan dan keanggunan dari pakaian tradisional tersebut. Kain itu adalah kain tenun sambas. Indah bukan?

Adanya kombinasi kain tenun dalam berpakaian merupakan salah satu upaya penting dalam memelihara kepedulian kita, sekaligus dapat menjadi sarana promosi keelokan. Seperti saat Anda mendatangi acara pernikahan atau merayakan hari besar, alangkah lebih baiknya jika Anda mempergunakan kain tenun, walaupun hanya sebatas selendang.

Sumber tulisan dan photo: Dina Mardiana Pontianak: Kain Tenun Sambas (Tampil Menawan dengan Baju Kurung dan Telok Belanga).


27
Dec 10

Hanya Berawal Dari Cinta Tenun

Foto: Dok. Spirit Bisnis

Adinindyah, seorang mantan karyawan yang sukses bergerak di bisnis berbahan baku kain tenun. Hanya berbekal kecintaannya dengan kain tenun membuatnya nekat untuk membuka sebuah merek dagang bernama House of  Lawe.

Dengan modal terbatas, pada tahun-tahun awal Nindya dan temannya memulai usahanya dengan trial error. Namun, semangat dan jiwanya yang energik tidak membuatnya menyerah. Awalnya, mereka menawarkan hasil produksi mereka ke teman-teman di sekitar, ternyata sambutan yang didapat positif.

Walaupun sempat terpuruk akibat gempa Yogya tahun 2006, Nindya masih berhasil bangkit dengan bantuan dana dari NGO. Perjuangan panjangnya bersama teman-temannya sekarang berbuah manis dengan kepemilikan workshop di kawasan Bugisan, dan ruang pamer produk di salah satu sudut Galeri Amri Yahya kawasan Gampingan.

Sumber tulisan dan photo: Berawal dari Kecintaan House of Lawe Eksis Menggarap Tenun | Tabloid Spirit Bisnis.


27
Dec 10

Primadona Kain Tenun Sulawesi Tenggara, Tenun Tolaki

Foto: Dok. Majalah Expo

Tenun Tolaki merupakan primadona kain tenun khas Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini tradisi menenun masih berkembang karena kecintaan masyarakatnya terhadap kain tradisional tersebut.

Salah satu trik dalam mempertahankan kebudayaan kain tolaki ini adalah dengan menciptakan mitos. Mereka selalu menjadikan kain tenun sebagai pakaian kebesaran dalam setiap pesta adat di lingkungan masyarakat tolaki. Mereka berkeyakinan, jika dalam upacara adat tidak menggunakan kain tenun tolaki, maka akan terasa ada yang sangat kurang.

Motif yang cukup terkenal di masyarakat tolaki adalah ragam hias mua. Motif ini biasanya menggunakan warna jingga muda, kelabu, biru laut, kuning susu, hijau lumut, dan merah samar. Selain itu digunakan juga benang emas yang membentuk motif garis halus dan kesan bunga kecil.

Kain tenun bercorak biasa disebut sebagai kain coraj hujan panas karena adanya kesan berkilat yang disebabkan adanya benang emas. Jika benang emas membentuk garis lurus maka disebut sebagai tenun/songket selit.

Sumber tulisan dan photo: Majalah Expo: Kain Tenun Tolaki.


27
Dec 10

Di Usia 9 Tahun Sudah Ahli Menenun

Foto: Dok. Kurnia-Geografi.Blogspot

Pulau Rote merupakan salah satu daerah produsen kain tenun yang sangat potensial. Kampung Ndao, sebuah kampung yang penduduknya banyak berprofesi sebagai penenun. Kampung ini terletak di sebuah pulau kecil yang bisa ditempuh dengan perahu selama tiga jam.

Banyaknya profesi penenun, tidak lepas dari tradisi yang mewajibkan setiap perempuan Ndao harus bisa menenun. Salah satu penenun, Ibu Wenty, mengatakan dapat membuat tiga kain tenun dalam sebulan dengan menggunakan benang sutera. Bahkan di usia 9 tahun mereka telah mengetahui atau ahli dalam kegiatan menenun. Dengan pembiasaan seperti ini, maka kebudayaan pun dapat terjaga sampai ke generasi selanjutnya.

Sumber tulisan dan photo: KURNIA-GEOGRAFI : Oleh-oleh dari Rote, Melongok Tenun Ikat


25
Dec 10

Menjadi Perancang di Usia 10 tahun

Foto: Dok. Lifestyle

Umur tidak menjadi patokan utama dalam berkarya. Buktinya, di usia 10 tahun Cecilia Cassini telah menjadi desainer kenamaan termuda di lini eco chic couture.

Keahlian Cecilia diawali dari keinginannya mendapatkan hadiah mesin jahit portable dari orang tua di usianya yang keenam. Dari sanalah bakatnya terasah dalam berkreasi dengan baju-baju lama yang dirombak menjadi koleksi baru yang disebut sebagai “kiddie couture”.

Di usianya yang sangat muda, Cecilia memandang setiap karya sebagai masterpiece karena menurutnya setiap karya merupakan hasil kreasi yang dihadirkan dengan unik dan hanya dibuat sekali.

Kegemarannya dalam merancang semakin dikenal luas dan menjadi pembicaraan hangat di dunia mode. Hal ini membuat namanya masuk berbagai media cetak Amerika, diantaranya KidsLA, Runaway, LAConfidential, juga di Los Angeles Daily News.

Bahkan  saat ini di media elektronik, wajah manis Cecilia kerap terlihat di jaringan televisi NBC, KTLA, dan CBS.

Sumber tulisan dan photo: Inilah Desainer Termuda di Lini Eco Chic Couture – lifestyle.okezone.com.


25
Dec 10

Potensi Sutera Sulsel di Pasar Dunia

Photo: Dok. Media Indonesia

Keindahan kain tradisional Indonesia memang kerap tiada duanya dan berpotensi menjadi incaran pasar internasional. Kepala Sub Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal Sulsel Devo Khaddafi menyadari betul hal tersebut dapat terjadi juga pada kain sutera Sulawesi Selatan.

Melihat potensi tersebut, Devo Khadafi berencana untuk memperkenalkan produk sutera ini pada pertemuan masyarakat ASEAN yang akan diadakan di Bangkok pada 2011.

Keyakinan tersebut didasari dari antusias yang begitu besar didapatkan sutera sulsel saat dipamerkan di penyelenggaraan South Sulawesi Silk Day di Jakarta.

Semoga hal ini dapat menjadi pemicu kreativitas para perancang juga perajin kain tradisional untuk terus berkarya. Selain itu, diharapkan dapat juga menyadarkan masyarakat Indonesia betapa berharganya produk asli Indonesia.

Sumber tulisan dan photo: Sutera Sulsel Didorong Masuk Pasar Dunia.


17
Dec 10

Amy Atmanto Mengkreasikan Kebaya Bersama Tuna Rungu

Foto: dok. lifestyle

Kepedulian Amy Atmanto dalam membina penyandang tuna rungu patut diacungi jempol. Perancang kelas atas ini mengajarkan memasang payet pada kebaya. Hal ini menunjukkan kepedulian Amy lebih besar manfaatnya dibanding jika dia hanya memberi sumbangan berbentuk uang.

Kerennya, hasil karya para penyandang tuna rungu ini juga dipamerkan di pusat kerajinan SMESCO. Amy sangat terharu dengan apresiasi yang diberikan masyarakat pada hasil karya ‘anak’ didiknya tersebut.

Amy sendiri memiliki visi untuk mengembangkan micro economic melalui rumah kreatifnya, sekaligus menumbuhkan perekonomian rakyat untuk menciptakan Indonesia pintar lewat pemberdayaan perempuan khususnya.

Sumber tulisan dan photo: Amy Atmanto Bangga Hasil Karya Binaannya Dipamerkan – lifestyle.okezone.com.


16
Dec 10

Dari Mesin Tenun Tercipta Toyota

Berlatar belakang dari keluarga penenun ternyata membawa berkah tersendiri bagi Sakichi Toyoda. Pendiri pabrik mobil bermerek Toyota ini, memulai debutnya dengan mengutak-atik mesin tenun milik ibunya.

Sakichi terus berupaya menciptakan mesin tenun yang lebih efisien dibandung alat tenun manual. Jungkir balik usahanya tidak sia-sia karena pada tahun 1896 ia berhasil mematenkan mesin tenun otimatis di Jepang dengan nama Toyoda Loom Works yang kemudian berubah menjadi Toyoda Automatic Loom Works.

Rasa tidak puas terus menggelayuti diri Toyoda hingga memutuskan untuk mengamati dan mempelajari cara-cara industri barat. Berkat ilmunya tersebut, dia berhasil melahirkan perusahaan otomotif berama Toyota. Uniknya, penamaan Toyota di Jepang terwakili dalam 8 karakter, dan delapan adalah angka keberuntungan bagi kalangan masyarakat Jepang.

Sumber tulisan dan photo: Asal Usul Berdirinya Toyota.


11
Dec 10

Duet Apik, Pemerintah dan Perajin Sulteng

Foto: Dok. arifh.blogdetik

Sutera adalah kain tenun yang sangat diminati pasar. Teksturnya yang lembut membuat para wanita keranjingan untuk menggunakannya sebagai bahan dasar pakaian.

Berbagai wilayah di Indonesia bergerak untuk menjadi produsen kain tenun sutera, salah satunya Sulawesi Tengah. Industri tenun sutera mereka terbilang berkembang, terutama di Kota Palu dan Donggala.

Semua itu tidak hanya terjadi karena semangat dari para perajinnya, tetapi juga dukungan dari pemerintah daerah. Seperti yang dilakukan oleh gubernur Sulteng dan walikota paku yang menjadi penyemangat dengan memberikan berbagai bantuan kepada para perajian berupa mesin tenun, bahan baku benang sutera, pelatihan kepada perajin dan bahkan memberikan fasilitasi untuk melakukan promosi.

Nah, dari sana terlihat bahwa adanya kerjasama yang solid antara para perajin dan pemerintahan pasti akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Sumber tulisan dan photo: Tenun Sutera dari Kota Palu | Seputar Wirausaha.