Posts Tagged: kainikat.com


26
Aug 10

Keindahan Syal Tenun

Syal dan selendang kini menjadi bagian dari fashion yang semakin digemari. Disematkan dengan cantik di leher atau cukup digerai di bahu.

Tak ketinggalan, syal tenun kini juga mempercantik diri sehingga patut menjadi pilihan para pencinta syal.

Berikut ini adalah beberapa syal tenun koleksi http://KainIkat.com:

Untuk melihat koleksi syal tenun lainnya, silakan kunjungi http://kainikat.com/toko/category/fashion/syal/.

Harga syal tenun koleksi http://KainIkat.com sangat beragam. Mulai dari Rp. 45.000,-.

Warnanya pun beragam. Mulai dari syal tenun berwarna dasar hitam seperti pada foto pertama di atas hingga yang berdasar oranye terang.

Syal tenun koleksi http://KainIkat.com berasal dari berbagai daerah. Mulai dari Jogjakarta, Jepara, hingga NTT (seperti Sikka, Soe, dan Ende) dan Sintang, Kalimantan.


10
Aug 10

Beragam Tas dari Lurik

Seperti sudah pernah dibahas sebelumnya di sini, Lurik adalah kain dengan motif garis-garis. Jika dulu hanya warna dasar yang digunakan, seperti hitam, coklat, dan putih, kini pewarnaan Lurik lebih beragam.

Bukan hanya dari segi pewarnaannya, penggunaan Lurik kini pun beragam. Selain untuk bahan pakaian, Lurik juga dijadikan bentuk lain seperti gorden, taplak, tas dan banyak lagi.

Salah satunya adalah sebagai tas sebagaimana yang disajikan di KainIkat.com sebagai berikut:

Tas Selempang Lurik Kuning Coklat

Tas Tangan Lurik Ungu

Laptop Case Lurik Merah

Tiga jenis tas Lurik cantik ini adalah koleksi http://KainIkat.com/. Silakan klik di sini untuk pemesanan.


30
Jul 10

Ber-Hari Raya dengan Kain Ikat, Kain Khas Indonesia

Tak terasa, bulan Ramadhan sudah di penghujung mata. Saatnya menetapkan diri untuk membersihkan hati, menyambut Ramadhan bulan penuh berkah dengan sukacita.

Selepas Ramadhan, selepas mencurahkan diri untuk memperoleh kebaikan sepanjang bulan, tibalah hari raya. Saatnya bersilaturahmi dengan karib dan kerabat. Menghormati para tetamu yang datang atau mendatangi keluarga yang telah sepuh, salah satunya adalah dengan berpakaian rapi.

Salah satu yang dapat menjadi pilihan di hari raya adalah pakaian yang terbuat dari kain ikatkain khas Indonesia, buah karya pengrajin kita, saudara kita sendiri. Tak ada salahnya bukan, jika kebahagiaan kita di hari raya ternyata dapat juga berjalan seiring dengan usaha kita bersama dalam melestarikan kain-kain khas Indonesia?

Silakan klik link ini untuk melihat-lihat keindahan kain ikat, kain khas Indonesia.


22
Jun 10

Tenun Indonesia Sanggup Menyaingi Batik

Mungkin selama ini kita lebih mengenal batik sebagai wakil bangsa atas keelokan Indonesia dalam menciptakan kain. Padahal masih ada satu lagi kain hasil karya perajin Indonesia yang tidak kalah cantik dan menawan, yaitu tenun.

Terkait dengan banyaknya daerah yang menjadi produsen tenun, keberagaman motif tidak perlu dipertanyakan. Adanya perbedaan latar belakang budaya dan lingkungan, akan menciptakan keunikan hasil tenun pada setiap daerah.

Teknik pembuatan yang menggunakan ATBM [Alat Tenun Bukan Mesin] membuat kualitas dari kain tenun Indonesia tidak perlu dipertanyakan. Dari sana dapat dipastikan pada tahun-tahun ke depan, respon pasar untuk tenun Indonesia akan bersaing dengan batik.

Salah satunya adalah sajadah tenun ikat di bawah ini:


17
Jun 10

Sejarah Tenun: Penyebaran yang Berawal dari Mengamati Jaring Laba-laba

Berbicara tentang sejarah tenun, ternyata menenun telah dilakukan sejak jaman purba. Bahkan ada indikasi muncul sejak jaman Paleolitium.

Diperkirakan, menenun yang dilakukan manusia purba terinspirasi dari pengamatan pada jaring laba-laba, sarang burung atau ‘bendungan’ yang dibuat oleh berang-berang.

Sesuai dengan kebutuhan manusia atas bahan sandang, aktivitas menenun mulai tersebar ke berbagai tempat di dunia. Penyebarannya pun cukup merata. Dari Benua Eropa, Amerika hingga ke Asia, dan akhirnya masuk ke wilayah Indonesia.

Di Indonesia, tenun juga mengalami penyebaran hingga ke pelosok daerah dan hampir di semua tempat memiliki produksi tenun yang unik dan berkualitas.

Berikut ini adalah salah satu keindahan tenun Indonesia:


15
Jun 10

Lurik si Kain Bergaris-garis

Lurik adalah jenis bahan khas nusantara yang juga melewati proses penenunan dalam pembuatannya. Setelah diberi warna, benang-benang ditenun dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

Salah satu contoh lurik adalah seperti pada gambar ini:

Jika dulu yang biasa dibayangkan orang tentang lurik adalah sebatas kain garis-garis dengan warna-warna dasar seperti coklat, hitam, dan putih, kini sudah tidak begitu lagi keadaannya.

Lurik kini memiliki ragam warna yang kaya. Seperti contohg di atas, warnanya berkisar antara pink, ungu, hijau muda, dan banyak lagi warna-warna lainnya yang indah-indah.

Silakan klik di sini untuk melihat koleksi lurik kainikat.com.

Pada sebuah artikel di Fashionesedaily.com tentang lurik, dijelaskan bahwa lurik telah ada di jawa sejak zaman pra sejarah. Salah satu pembuktiannya adalah pada Prasasti peninggalan kerajaan Mataram (851-882 M) yang menunjukkan adanya kain lurik pakan malang.

Dalam artikel tersebut juga dijelaskan bahwa kata lurik berasal dari bahasa Jawa kuno lorek yang berarti lajur atau garis, belang dapat pula berarti corak.

Selain sebagai busana, lurik juga kerap diaplikasikan pada unsur fashion lainnya seperti pada tas ataupun dompet. Sementara itu, lurik juga digunakan untuk mempercantik tampilan placemat.


11
Jun 10

Tina Talisa, Sang Presenter, dan Busana Kain Ikat

Kain ikat adalah salah satu kekayaan budaya negeri. Dan, malam ini, Tina Talisa, seorang presenter televisi, mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan kain ikat.

Berikut ini adalah busana kain ikat yang dikenakan oleh Tina Talisa yang sempat kami bidik:

Di sebelahnya adalah foto koleksi kain ikat kami yang kebetulan sama dengan busana kain ikat yang dikenakan oleh sang presenter cantik, Tina Talisa.


10
Jun 10

Open House KainIkat.com & BatikIndonesia.com

Minggu lalu, tepatnya pada hari Jum’at, 4 Juni 2010, kami mengadakan acara Open House di showroom sederhana kami di kawasan Duren Sawit.

Mbak Yulia dan Mbak Dewandari

Cukup banyak juga yang menyempatkan datang, padahal dilaksanakan pada hari kerja. Dan, kami sangat berterima kasih kepada teman-teman yang bersedia datang dan melewatkan waktu di tempat kami yang sangat sederhana.

Kami sangat senang berkesempatan bertemu dengan pencinta kain ikat dan batik. Teman-teman yang hadir nampak antusias memilih kain-kain yang mereka sukai. Sungguh, tekad kami mengangkat kain khas Indonesia menjadi semakin kuat. Kami semakin bersemangat menghadirkan ragam kain dan motif asal negeri.

Kebetulan, selain mengelola kain ikat, kami juga menyediakan batik yang kami himpun di BatikIndonesia.com. Jadi, pencinta kain ikat yang hadir juga dapat melihat-lihat koleksi batik kami. Dan, sebaliknya. Pencinta batik pun pada akhirnya berkenalan dengan kain ikat.

Bahkan, kami juga memiliki koleksi yang menggabungkan keduanya. Yaitu, kain ikat yang dibatik. Silakan intip di sini.


20
May 10

Jumputan Palembang

Jika di Kalimantan dikenal dengan kata Sasirangan, sementara di Pulau Jawa dengan kata Kain Pelangi, maka di Palembang lain lagi.

Kain yang pemotifan dan pewarnaannya menggunakan sistem ikat celup (tie dye) ini di Palembang dikenal dengan Kain Jumputan. Maka kita biasa menyebutnya Kain Jumputan Palembang.

Salah satu koleksi kami adalah selendang jumputan pink berikut ini:

Silakan intip koleksi kain jumputan kami yang lainnya di http://kainikat.com/jumputan.

Selain dalam bentuk selendang, kami juga menyediakan kain jumputan untuk setelan yang terdiri dari kain bawahan, kain atasan, dan selendang. Namun jumlahnya sangat terbatas, sehingga saat ini sudah sold out.

Walau begitu, kami akan menghadirkan kain jumputan, kain pelangi, dan kain sasirangan lagi di waktu mendatang, selain koleksi kain ikat. Kami akan tetap pada komitmen untuk menghadirkan berbagai kain nusantara.


18
May 10

Kain Tapis di Tangan Stephanus Hamy

Seperti yang dituturkan Amandra Mustika Megarani dalam artikelnya yang berjudul Gaya Lokal Rasa Global di TempoInteraktif.com, Stephanus Hamy kembali berkreasi dengan kain nusantara.

Kali ini yang menjadi perhatian desainer kondang satu ini adalah kain tapis asal Lampung. Kreasinya tersebut membuka Jakarta International Food and Fashion Festival (JIFFF) 2010 di Grand Ballroom Hotel Harris, Kelapa Gading yang diadakan hari Rabu silam.

Stephanus Hamy juga belakangan mengeluarkan serangkaian buku dengan judul seri Chic Mengolah Wastra Indonesia. Dalam seri tersebut, di antaranya ia mengangkat kain tenun NTT, wastra Bali, dan batik Jawa Barat.





bt bt
plugin by DynamicWP
#