Posts Tagged: kain


20
Oct 11

Kreasi Tenun Bali

Di Bali, tenun bukan hanya merupakan keahlian yang dikuasai orang dewasa. Melainkan anak-anak juga dapat menenun.

Putu Wijaya (11), siswa kelas V SD di Sidemen, misalnya, sudah menguasai teknik ikat. Teknik ini adalah bagian penting dari produksi kain tenun Bali. Hal ini diungkap oleh I Gusti Ayu Ok, salah seorang perajin tenun yang dibina oleh CTI, Cita Tenun Indonesia.

CTI bekerja sama dengan Garuda Indonesia membentuk tim pembinaan perajin tenun di beberapa daerah, termasuk di Bali. Dalam tim ini, antara lain terdapat desainer tekstil, Ratna Panggabean, dan desainer fashion, Priyo Oktaviano.

Semoga dengan terus dilakukannya pembinaan terhadap para penenun di seluruh Indonesia, akan lahir banyak Putu Wijaya kecil lainnya. Sehingga, akan lahir generasi penerus dalam bidang tenun dan tenun Indonesia takkan pernah punah ditelan masa.

Sumber: Kompas Female.


8
Sep 11

Keindahan Tenun Biboki

Kain tenun ikat Biboki memiliki motif yang dipakai secara turun-temurun, yang juga merupakan tanda pengenal bagi orang Biboki.

Para wanita yang membuatnya, di masa lampau, berkumpul dan berkelompok untuk memintal benang bersama. Bahkan, kegiatan ini semakin semarak saat dikerjakan pada bulan purnama. Bunyi alat pemintal bersahutan dengan gelak tawa riang para penenun.

Keistimewaan kain tenun Biboki lainnya adalah kain ini terbuat dari kapas asli dan pewarna alami. Hal ini tentu perlu dilestarikan.

Bukan hanya itu, kain tenun Biboki juga merupakan sumber penghasilan bagi warganya. Karena, jika musim kering, mereka tidak berkebun atau bertani, yang merupakan sumber penghasilan utama mereka.

Kain tenun Biboki juga memiliki nilai relijius karena berfungsi sebagai media yang dapat dipakai untuk warganya memuja/sembahyang kepada leluhur.


1
Aug 11

Mengenal Multibudaya Masyarakat Kupang

Kupang (foto: mexybaitanu.blogspot.com)

Kupang (foto: mexybaitanu.blogspot.com)

Kupang merupakan ibu kota Nusa Tenggara Timur yang di barat daya Pulau Timor.

Sebagai salah satu dari tiga pulau terbesar di Nusa Tenggara Timur, Pulau Timor sekarang diduduki oleh dua Negara yaitu Timor Leste yang baru melepaskan diri dari Indonesia, dan sisanya adalah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seperti masyarakat di kota lain NTT, orang Kupang pun memiliki motif dan pola kain tenun yang disebut tenun ikat.

Tenun Ikat adalah hasil keterampilan lokal, ditenun dengan indah berpadu pola-pola yang rumit penuh makna.

Bukan hanya orang Kupang yang bangga terhadap kain tenun tetapi semua orang Indonesia telah merasa memiliknya sebagai identitas nasional dan menjadi salah satu warisan berharga nasional.

Sumber: Okezone.com.


28
May 11

Buku “Five Centuries Of Indonesian Textiles – The Mary Hunt Kahlenberg Collection” Menang Hadiah Pertama di 31st Annual Wittenborn Book Awards

Buku FIVE CENTURIES OF INDONESIAN TEXTILES yang dirangkum oleh Ruth Barnes dan Mary Hunt Kahlenberg memenangkan hadiah pertama pada George Wittenborn Book Awards yang ke-31 yang diadakan setiap tahunnya di New York.

Buku ini menghadirkan serangkaian gambar kain-kain tradisional Indonesia yang merupakan koleksi Mary Hunt Kahlenberg sendiri. Salah satunya adalah foto dua pria Jawa dalam balutan kain dalam gambar ini.

Mary Hunt Kahlenberg memang telah lama bergelut dengan tekstil. Diawali dengan pendidikannya dalam bidang desain di Chicago, Vienna dan Berlin, Mary menempati posisi sebagai kurator di Textile Museum in Washington D.C. Dari sanalah perkenalannya dengan kain Indonesia berawal.

Ia juga pernah menjabat sebagai kepala Costume and Textile Department di Los Angeles County Museum of Art. Dan ia pun mulai mengumpulkan koleksi kain Indonesia dan Pra Kolumbia-nya.

Semoga dengan kemenangannya ini, kain-kain tradisional Indonesia semakin mendapat perhatian dunia, dan tentunya perhatian dari warga dan pemerintah Indonesia sendiri.

Sumber: “FIVE CENTURIES OF INDONESIAN TEXTILES – THE MARY HUNT KAHLENBERG COLLECTION” Wins First … – Artwire Press Release from ArtfixDaily.com.


26
May 11

Oscar Lawalata: Gelisah dengan Nasib Kain Tenun Ikat

Kegelisahan akan nasib tenun ikat ternyata juga melanda hati desainer kenamaan, Oscar Lawalata.

Perancang busana ternama Oscar Lawalata, menampilkan kursi kayu tradisional, yang biasa ditemui di ruang kelas sekolah. Bedanya, sembilan kursi ini bergambar motif tenun ikat Nusa Tenggara Timur, khususnya motif Timor, Sumba, Sabu, dan Alor.

Menurutnya, kursi tersebut dihias dengan motif tenun adalah untuk menyimbolkan bahwa pendidikan tentang tenun sebaiknya diperkenalkan semenjak di bangku sekolah. Dengan demikian, tenun Indonesia tidak akan punah.

Sumber: Oscar Lawalata: Gelisah dengan Nasib Kain Tenun Ikat – Kompas Female.


25
May 11

Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female

Sangat melegakan. Citra kain tradisional kini makin terangkat di dunia fashion. Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2011 menampilkan ragam koleksi busana ready-to-wear dengan sentuhan kain tradisional karya para perancang lokal.

Siapa bilang kain tradisional kuno? Kini kain tradisional dirancang dengan konsep modern, edgy, modis, sehingga menambah pesonanya. Desainer ternama yang tergabung dalam Ikatan Perancang Muda Indonesa (IPMI) menampilkan konsep busana bergaya etnik dengan ragam pilihan kain tradisional.

Sebut saja kain lurik Jawa, tenun ikat NTT, tenun sutera Makassar, tenun Badui, tenun Garut, kain Jambi, dan songket Bali, yang semuanya dirancang menjadi koleksi busana siap pakai.

Siapa saja yang menampilkan karya cantik berbahan kain tradisional?

  • Era Sukamto dengan tenun Badui dan Garut
  • Barli Asmara dengan tenun sutera Makassar
  • Stephanus Hamy dengan tenun NTT
  • Musa Widyatmodjo dengan lurik Jawa

Bagaimana dengan Anda? Kain apa yang ingin Anda tampilkan?

Sumber: Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female.


13
Apr 11

Nelvi dan Songket

Nelvi adalah pengusaha songket. Bukan hanya itu, ia dan suami sudi berbagi ilmu tentang tenun songket sekaligus membantu para usahawan baru dalam bidang songket.

Namun, Nelvi tidak menyombongkan diri. Bahkan, Nelvi kerap disangka pegawai toko oleh pelanggan yang hendak membeli kain tenun songket produksinya.

Jika ditanya sudah berapa bulan bekerja, ia menjawab singkat, “Sudah dua bulan.”

Nelvi telah menjalankan usahanya ini semenjak puluhan tahun yang lalu. Ia memulai usaha di bidang pembuatan dan penjualan tenun songket, bordir, dan beragam penganan khas Minang.

Meski di awal usaha, karyanya ditolak oleh toko-toko penjual songket, ia tak menyerah.

Ia memulai usaha semenjak masih kuliah di Jurusan Kimia IKIP Padang.

Perlu dicatat bahwa adalah Nelvi dan suaminya adalah wirausaha mandiri yang tumbuh dari bawah tanpa gemerlap fasilitas apa pun dari pemerintah atau kredit industri perbankan.

Kegigihan dan ketekunan mereka lah yang kemudian membuat mereka maju dan sukses seperti sekarang ini.

Sumber: Pejuang Songket dari Padang – KOMPAS.com.


12
Apr 11

Tenun Tuban

Bertemu dengan pengrajin adalah satu dari serangkaian kegiatan yang biasa kami lakukan. Namun, kegiatan satu ini sangat menyenangkan. Karena, kami dapat menjalin silaturahmi langsung dengan mereka. Tak sedikit yang kemudian menjadi sangat akrab dengan kami.

Salah satunya adalah pengrajin Tenun Tuban. Mau lihat hasil karya mereka? Ini salah satunya:

Tenun Tuban

Menurut sang pengrajin, belakangan mereka agak kesulitan mendapatkan kapas di daerah sekitar mereka. Sehingga, sang pengrajin tenun Tuban ini sedang berusaha menanam pohon-pohon kapas agar dapat dipanen dan dipintal menjadi benang sebagai bahan tenun.

Selain itu juga, para pengrajin menjelaskan proses dan nama khas tenunan mereka. Selalu ada hal baru yang dapat dipelajari.

Oh ya, untuk tenun Tuban di atas, tidak ada proses pewarnaan lho. Karena, bahan dasarnya memang sudah coklat begitu. Kemudian ditenun bersama dengan kapas yang putih sehingga menciptakan motif yang cantik.

Contoh lainnya adalah pada syal tenun berikut ini:

Untuk melihat keindahan tenun Tuban lainnya, silakan klik pada masing-masing gambar.


8
Mar 11

Pameran Tenun pada Dies Natalis ke-65 FIB UGM

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gajah Mada (UGM) turut berpartisipasi dalam melestarikan budaya bangsa dengan mengadakan Pameran Tenun pada rangkaian acara Dies Natalis ke-65-nya.

Dipamerkan 50 jenis kain tenun Nusantara di usat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM. Pada pameran yang berlangsung dari tanggal 3 – 5 Maret silam, pengunjung bisa mendapatkan beragam informasi seputar kain tenun.

Dra Djaliati Sri Nugrahani, Koordinator pameran dan bazar tenun, yang juga merupakan Dosen Jurusan Arkeologi UGM, menjelaskan mengenai beragam kain tenun yang dipamerkan di sana. Menurutnya, pameran seperti ini penting agar tenun tidak punah dan tetap mendapatkan perhatian yang memadai dari berbagai pihak.

Sumber berita: Ada yang Berusia 100 Tahun, Ada yang Dipakai Untuk Tolak Bala.

Beberapa kain tenun dari seluruh Nusantara:

Tenun Sintang, Kalimantan. Klik gambar di atas untuk melihat foto kain ini yang lainnya.

Tenun Tuban, Jawa Timur. Klik gambar di atas untuk melihat foto kain ini yang lainnya.

Tenun Lurik, DIY Yogyakarta. Klik gambar di atas untuk melihat foto kain ini yang lainnya.

http://kainikat.com/toko/syal-tenun-tuban-bunga-warna-terong/