Posts Tagged: kain tenun ikat


17
Jan 11

Penenun NTT Ikut Pelatihan di Sukabumi

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinsi NTT mendukung sepenuhnya upaya Novanto Center (NC) mengirim pengrajin tenun ikat berprestasi dari NTT mengikuti pelatihan di Sukabumi.

Langkah Novanto Center mengirim pengrajin berprestasi dari NTT untuk mengikuti pelatihan tenun ikat di Jawa, merupakan langkah yang positif dalam meningkatkan mutu tenun ikat asal NTT.

Diharapkan pula, pelatihan ini dapat turut berperan dalam meningkatkan SDM para pengrajin NTT untuk terus meningkatkan mutu kain tenun ikat dari daerah ini.

Sumber: .::POS KUPANG | Media Menuju Masa Depan – Penenun NTT Ikut Pelatihan di Sukabumi.


27
Dec 10

Kenakan Kain Tenun!

Foto: Dok. mardianapontianak

Kepedulian terhadap kain tradisional amat sangat penting tertanam dalam diri setiap bangsa Indonesia. Namun, tidak sekadar itu, bentuk kepedulian juga perlu ditunjukan dengan menggunakan dan mempromosikan berbagai jenis kain tradisional, salah satunya kain tenun.

Coba lihat gambar di atas. Gambar tersebut merupakan salah satu baju tradisional khas melayu yang dikenal dengan nama baju kurung/ teluk belanga. Pada bagian pinggang si laki-laki terdapat kain yang mengikat, sekaligus penambah keindahan dan keanggunan dari pakaian tradisional tersebut. Kain itu adalah kain tenun sambas. Indah bukan?

Adanya kombinasi kain tenun dalam berpakaian merupakan salah satu upaya penting dalam memelihara kepedulian kita, sekaligus dapat menjadi sarana promosi keelokan. Seperti saat Anda mendatangi acara pernikahan atau merayakan hari besar, alangkah lebih baiknya jika Anda mempergunakan kain tenun, walaupun hanya sebatas selendang.

Sumber tulisan dan photo: Dina Mardiana Pontianak: Kain Tenun Sambas (Tampil Menawan dengan Baju Kurung dan Telok Belanga).


27
Dec 10

Primadona Kain Tenun Sulawesi Tenggara, Tenun Tolaki

Foto: Dok. Majalah Expo

Tenun Tolaki merupakan primadona kain tenun khas Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini tradisi menenun masih berkembang karena kecintaan masyarakatnya terhadap kain tradisional tersebut.

Salah satu trik dalam mempertahankan kebudayaan kain tolaki ini adalah dengan menciptakan mitos. Mereka selalu menjadikan kain tenun sebagai pakaian kebesaran dalam setiap pesta adat di lingkungan masyarakat tolaki. Mereka berkeyakinan, jika dalam upacara adat tidak menggunakan kain tenun tolaki, maka akan terasa ada yang sangat kurang.

Motif yang cukup terkenal di masyarakat tolaki adalah ragam hias mua. Motif ini biasanya menggunakan warna jingga muda, kelabu, biru laut, kuning susu, hijau lumut, dan merah samar. Selain itu digunakan juga benang emas yang membentuk motif garis halus dan kesan bunga kecil.

Kain tenun bercorak biasa disebut sebagai kain coraj hujan panas karena adanya kesan berkilat yang disebabkan adanya benang emas. Jika benang emas membentuk garis lurus maka disebut sebagai tenun/songket selit.

Sumber tulisan dan photo: Majalah Expo: Kain Tenun Tolaki.


26
Dec 10

Potensi Tenun Ikat di Pulau Ndao-Nuse Perlu Digali

Upaya-upaya untuk membangkitkan daerah-daerah produksi tenun yang mulai terpuruk memang sangat perlu dilakukan. Hal ini tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada masyarakat penenun.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Bupati Rote Ndao, Drs. Lens Haning, M.M yang lewat pidatonya menyatakan pentingnya dukungan pemerintahan kabupaten untuk mengoptimalkan potensi kain tenun ikat di Pulau Ndao dan Pulau Nuse,  Kecamatan Rote Barat.

Dengan cara seperti inilah, kemungkinan meningkatnya pendapatan masyarakat pasti tercapai, yang kemudian nantinya akan berimbas pada pendapatan asli daerah.

Sumber tulisan: .::POS KUPANG | Media Menuju Masa Depan – Potensi Tenun Ikat di Pulau Ndao-Nuse Perlu Digali.


11
Dec 10

Kain Tenun Tak Akan Pernah Mati

Foto: Dok. Tempointeraktif

Sama halnya dengan batik, kain tenun juga merupakan warisan budaya Indonesia. Variasi ragam motifnya pun tidak kalah dengan kain batik, hampir setiap daerah memiliki motif khas yang unik dan menarik.

Daya tarik kain tenun tidak hanya terletak pada motif, tetapi juga makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap jenis kain. Ada beberapa kain tenun yang dinilai memiliki kesakralan sehingga hanya digunakan pada momen-momen tertentu, seperti pernikahan, kelahiran, atau kematian.

Teknik pembuatan kain tenun juga membutuhkan keterampilan tersendiri, terutama jika berhadapan dengan ATBM. Kesabaran dan ketekunan menjadi senjata para perajin dalam menciptakan kain tenun yang menawan. Sama halnya yang dilakukan oleh para perajin di Nusa Tenggara Timur.

Ketekunan inilah yang membuat perancang ternama Oscar Lawalata melakukan proyek tenun NTT bersama Laura Miles, perancang asal Inggris. Proyek tersebut diberi nama ‘Weaving the Future’.

Sumber tulisan dan photo: Tempointeraktif.Com – Mahadaya Tenun Indonesia Timur .


28
Nov 10

Kenapa Oscar Tergila-gila dengan Tenun?

Beberapa saat yang lalu diberitakan bahwa Oscar Lawalata melakukan duet dengan desainer asal Inggris, Laura Miles dalam merancang busana dengan berbahan dasar tenun. Kecintaan Oscar pada kain tenun Indonesia, tidak hanya ditunjukkan lewat karyanya, namun juga aktivitasnya untuk terjun langsung ke daerah untuk melihat berbagai kain tenun khas, termasuk proses pembuatannya.

Kecintaan Oscar terhadap kain tenun ini tak lepas dari nasihat dari sang ibunda untuk mengetahui filosofi di balik sesuatu. Begitupun dengan filosofi tenun. Oscar mengatakan, “Setiap tenun memiliki historical value tersendiri. Dia sebagai perlambang inspiratif, apresiasi emosional sekaligus mengandung nilai ritual.”

Makna di balik kain tenun inilah yang membuat Oscar begitu tergila-gila dengan kain tenun.

Sumber tulisan dan photo: Tempointeraktif.Com – Oscar Mengagumi Filosofi Tenun .


28
Nov 10

Semangat Priyo Oktaviano Dalam Berkarya

foto: dok. vovanews

Saya ingin nantinya kain tenun nusantara bisa menjadi trend setter di kancah dunia.

Keteguhan hati Priyo Oktaviano, sang desainer terkemuka Indonesia inilah yang menghantarkan dirinya mengadakan pameran busana di Ceko.

Pameran kali ini, Priyo memperkenalkan kain tenun Bali dan Batik Solo. Dengan kreativitasnya, dia merancang mantel musim dingin dan gaun malam nan anggun yang menggunakan kain tenun Bali dan baju siap pakai bermotif batik Solo. Kesemuanya berjumlah 18 koleksi gaun.

Pameran yang didatangi orang-orang penting, seperti para duta besar, juga dihadiri para desainer terkemuka Ceko. Dengan demikian, diharapkan ke depan, para desainer dari dua negara ini bisa berkolaborasi untuk menciptak karya yang lebih bagus.

Sumber tulisan dan photo: VIVAnews – Kain Tenun Indonesia Bisa Go International.


23
Nov 10

Pesona Songket Menebar di Bulgaria

Kebudayaan kain tradisional mulai perkenalkan kepada masyarakat Bulgaria. Desainer Rini Suwardy mengadakan pagelaran bertema “Kemilau Songket Padang” di negeri Bulgaria ini.

Ya. Seperti halnya kain tradisional yang lain, songket pun mampu mempesona pengunjung. Dengan kelihaian Rini Suwardy dalam mengolaborasikan motif songket dengan aksen payet. Hasilnya? sudah pasti karya yang patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya.

Dok: Okezone

Sumber tulisan dan photo: Pergelaran Songket Padang di Bulgaria – lifestyle.okezone.com.


23
Nov 10

Gelar Tenun Nusantara 2010 untuk Pecinta Tenun

Demi menduniakan kain tenun nusantara akan diadakan acara yang bertema “Gelar Tenun Nusantara 2010″. Acara ini akan menghadirkan kain-kain tenun tradisional dari 33 provinsi di Indonesia.

Bertempat di Gedung Sentral Bisnis Koperasi (Senbik) Jawa Barat, acara akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 November 2010.

Acara ini juga diharapkan menjadi mediator antara pengrajin tenun tradisinal yang mulai langka dengan masyarakat pencinta tenun tradisional, perancang busana, serta konsumen.

Bahkan dalam acara ini juga akan digelar pertemuan bisnis, dengan harapan setiap daerah bisa melakukan kontrak dagang dan transaksi langsung.

Sumber tulisan: 33 Propinsi Gelar Tenun Nusantara | Poskotanews.com.


30
Oct 10

Lindungi Kain Tenun Baduy

Keunikan kain tenun baduy ternyata menyimpan kegelisahan tersendiri bagi para perajinnya. Ketakutan karena adanya kemungkinan terjadi plagiarisme atas corak dan motif dari kain mereka.

Bahkan kain tenun asal baduy ini pernah merambah ke pasar Timur Tengah dan Eropa karena dinilai memiliki tekstur kasar yang sangat diminati dan cocok dengan cuaca di sana. Hal ini terjadi karena kain tersebut ditenun dari benang kapas warna hitang atau hitam bergaris putih.

Oleh karena itu, Pihak kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten akan segera mematenkan kain tenun khas Baduy, agar tidak ada pihak luar yang mengaku-ngaku kain Baduy sebagai miliknya.

Sumber tulisan: Tenun Baduy akan Dipatenkan | Republika Online.

Salah satu contoh syal tenun Baduy: