Artikel mengenai kain pelangi




20
Oct 11

Kreasi Tenun Bali


Di Bali, tenun bukan hanya merupakan keahlian yang dikuasai orang dewasa. Melainkan anak-anak juga dapat menenun.

Putu Wijaya (11), siswa kelas V SD di Sidemen, misalnya, sudah menguasai teknik ikat. Teknik ini adalah bagian penting dari produksi kain tenun Bali. Hal ini diungkap oleh I Gusti Ayu Ok, salah seorang perajin tenun yang dibina oleh CTI, Cita Tenun Indonesia.

CTI bekerja sama dengan Garuda Indonesia membentuk tim pembinaan perajin tenun di beberapa daerah, termasuk di Bali. Dalam tim ini, antara lain terdapat desainer tekstil, Ratna Panggabean, dan desainer fashion, Priyo Oktaviano.

Semoga dengan terus dilakukannya pembinaan terhadap para penenun di seluruh Indonesia, akan lahir banyak Putu Wijaya kecil lainnya. Sehingga, akan lahir generasi penerus dalam bidang tenun dan tenun Indonesia takkan pernah punah ditelan masa.

Sumber: Kompas Female.


28
Nov 10

Semangat Priyo Oktaviano Dalam Berkarya


foto: dok. vovanews

Saya ingin nantinya kain tenun nusantara bisa menjadi trend setter di kancah dunia.

Keteguhan hati Priyo Oktaviano, sang desainer terkemuka Indonesia inilah yang menghantarkan dirinya mengadakan pameran busana di Ceko.

Pameran kali ini, Priyo memperkenalkan kain tenun Bali dan Batik Solo. Dengan kreativitasnya, dia merancang mantel musim dingin dan gaun malam nan anggun yang menggunakan kain tenun Bali dan baju siap pakai bermotif batik Solo. Kesemuanya berjumlah 18 koleksi gaun.

Pameran yang didatangi orang-orang penting, seperti para duta besar, juga dihadiri para desainer terkemuka Ceko. Dengan demikian, diharapkan ke depan, para desainer dari dua negara ini bisa berkolaborasi untuk menciptak karya yang lebih bagus.

Sumber tulisan dan photo: VIVAnews – Kain Tenun Indonesia Bisa Go International.


12
Nov 10

Dian Pelangi Sukses Memadukan Batik dan Tenun


rancangan dian pelangi

Memadukan kain songket dan batik, hal inilah yang dilakukan oleh Dian Pelangi seorang desainer muda. Desainnya berhasil menarik perhatian pengujung acara Jakarta Fashion Week 2010/2011.

Dengan tema “extrange” Dian mengakui ingin membangkitkan kembali batik yang mulai menyusut pamornya di dunia desain dibandingkan PAF works a gambling monopoly around the Åland Islands, while RAY supports the slots and online casino monopoly around the Finnish landmass. tenun.  Terinspirasi dari suku Baduy bernuansa Arab, dia memnampilkan koleksi desainnya yang chic tanpa menanggalkan pesona tradisionalnya.

Hasil karyanya pun semakin terlihat menonjol ketika dipadukan dengan banyak perhiasan dan asesoris, seperti gelang bertumpuk.

Sumber tulisan dan photo: Penuh Warna & Modern ala Dian Pelangi – lifestyle.okezone.com.