Posts Tagged: Kain Ikat


27
Dec 10

Kenakan Kain Tenun!

Foto: Dok. mardianapontianak

Kepedulian terhadap kain tradisional amat sangat penting tertanam dalam diri setiap bangsa Indonesia. Namun, tidak sekadar itu, bentuk kepedulian juga perlu ditunjukan dengan menggunakan dan mempromosikan berbagai jenis kain tradisional, salah satunya kain tenun.

Coba lihat gambar di atas. Gambar tersebut merupakan salah satu baju tradisional khas melayu yang dikenal dengan nama baju kurung/ teluk belanga. Pada bagian pinggang si laki-laki terdapat kain yang mengikat, sekaligus penambah keindahan dan keanggunan dari pakaian tradisional tersebut. Kain itu adalah kain tenun sambas. Indah bukan?

Adanya kombinasi kain tenun dalam berpakaian merupakan salah satu upaya penting dalam memelihara kepedulian kita, sekaligus dapat menjadi sarana promosi keelokan. Seperti saat Anda mendatangi acara pernikahan atau merayakan hari besar, alangkah lebih baiknya jika Anda mempergunakan kain tenun, walaupun hanya sebatas selendang.

Sumber tulisan dan photo: Dina Mardiana Pontianak: Kain Tenun Sambas (Tampil Menawan dengan Baju Kurung dan Telok Belanga).


27
Dec 10

Hanya Berawal Dari Cinta Tenun

Foto: Dok. Spirit Bisnis

Adinindyah, seorang mantan karyawan yang sukses bergerak di bisnis berbahan baku kain tenun. Hanya berbekal kecintaannya dengan kain tenun membuatnya nekat untuk membuka sebuah merek dagang bernama House of  Lawe.

Dengan modal terbatas, pada tahun-tahun awal Nindya dan temannya memulai usahanya dengan trial error. Namun, semangat dan jiwanya yang energik tidak membuatnya menyerah. Awalnya, mereka menawarkan hasil produksi mereka ke teman-teman di sekitar, ternyata sambutan yang didapat positif.

Walaupun sempat terpuruk akibat gempa Yogya tahun 2006, Nindya masih berhasil bangkit dengan bantuan dana dari NGO. Perjuangan panjangnya bersama teman-temannya sekarang berbuah manis dengan kepemilikan workshop di kawasan Bugisan, dan ruang pamer produk di salah satu sudut Galeri Amri Yahya kawasan Gampingan.

Sumber tulisan dan photo: Berawal dari Kecintaan House of Lawe Eksis Menggarap Tenun | Tabloid Spirit Bisnis.


27
Dec 10

Primadona Kain Tenun Sulawesi Tenggara, Tenun Tolaki

Foto: Dok. Majalah Expo

Tenun Tolaki merupakan primadona kain tenun khas Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini tradisi menenun masih berkembang karena kecintaan masyarakatnya terhadap kain tradisional tersebut.

Salah satu trik dalam mempertahankan kebudayaan kain tolaki ini adalah dengan menciptakan mitos. Mereka selalu menjadikan kain tenun sebagai pakaian kebesaran dalam setiap pesta adat di lingkungan masyarakat tolaki. Mereka berkeyakinan, jika dalam upacara adat tidak menggunakan kain tenun tolaki, maka akan terasa ada yang sangat kurang.

Motif yang cukup terkenal di masyarakat tolaki adalah ragam hias mua. Motif ini biasanya menggunakan warna jingga muda, kelabu, biru laut, kuning susu, hijau lumut, dan merah samar. Selain itu digunakan juga benang emas yang membentuk motif garis halus dan kesan bunga kecil.

Kain tenun bercorak biasa disebut sebagai kain coraj hujan panas karena adanya kesan berkilat yang disebabkan adanya benang emas. Jika benang emas membentuk garis lurus maka disebut sebagai tenun/songket selit.

Sumber tulisan dan photo: Majalah Expo: Kain Tenun Tolaki.


27
Dec 10

Di Usia 9 Tahun Sudah Ahli Menenun

Foto: Dok. Kurnia-Geografi.Blogspot

Pulau Rote merupakan salah satu daerah produsen kain tenun yang sangat potensial. Kampung Ndao, sebuah kampung yang penduduknya banyak berprofesi sebagai penenun. Kampung ini terletak di sebuah pulau kecil yang bisa ditempuh dengan perahu selama tiga jam.

Banyaknya profesi penenun, tidak lepas dari tradisi yang mewajibkan setiap perempuan Ndao harus bisa menenun. Salah satu penenun, Ibu Wenty, mengatakan dapat membuat tiga kain tenun dalam sebulan dengan menggunakan benang sutera. Bahkan di usia 9 tahun mereka telah mengetahui atau ahli dalam kegiatan menenun. Dengan pembiasaan seperti ini, maka kebudayaan pun dapat terjaga sampai ke generasi selanjutnya.

Sumber tulisan dan photo: KURNIA-GEOGRAFI : Oleh-oleh dari Rote, Melongok Tenun Ikat


28
Nov 10

Kenapa Oscar Tergila-gila dengan Tenun?

Beberapa saat yang lalu diberitakan bahwa Oscar Lawalata melakukan duet dengan desainer asal Inggris, Laura Miles dalam merancang busana dengan berbahan dasar tenun. Kecintaan Oscar pada kain tenun Indonesia, tidak hanya ditunjukkan lewat karyanya, namun juga aktivitasnya untuk terjun langsung ke daerah untuk melihat berbagai kain tenun khas, termasuk proses pembuatannya.

Kecintaan Oscar terhadap kain tenun ini tak lepas dari nasihat dari sang ibunda untuk mengetahui filosofi di balik sesuatu. Begitupun dengan filosofi tenun. Oscar mengatakan, “Setiap tenun memiliki historical value tersendiri. Dia sebagai perlambang inspiratif, apresiasi emosional sekaligus mengandung nilai ritual.”

Makna di balik kain tenun inilah yang membuat Oscar begitu tergila-gila dengan kain tenun.

Sumber tulisan dan photo: Tempointeraktif.Com – Oscar Mengagumi Filosofi Tenun .


28
Nov 10

10 Perancang Eksplorasi Kain Bumi Sriwijaya

Kain Bumi Sriwijaya benar-benar membius para perancang Indonesia. Sesuai dengan tema Cita Swarna Bumi Sriwijaya, sepuluh desainer mengeksplorasi pesona kain dari Sumatera Selatan ini dalam 90 desain busana.

Mereka benar-benar menunjukkan performa rancangan terbaiknya dengan memakai bahan baku kain tenun tradisional yang indah tersebut. Tidak hanya pakaian dewasa, tetapi juga merancang pakaian remaja dan anak-anak.

Terlihat bukan? Bagaimana para perancang Indonesia terus berupaya untuk mengembangkan kerajinan kain khas Indonesia demi memperkenalkannya di kancah nasional maupun internasional. Salut untuk mereka!

Sumber tulisan: Bisnis.Com >> Terbius kain bumi Sriwijaya.


3
Nov 10

Jahit Jelujur Ciptakan Kain Sasirangan

Selain kain batik dan kain ikat, Indonesia juga memiliki kain tradisional bernama kain sasirangan. Nama kain yang berasal dari Kalimantan Selatan ini, diambil dari kata dasar sirang, yang artinya jahit jelujur.

Jahit jelujur adalah salah satu teknik untuk menghasilkan motif-motif tertentu pada selembar kain. Setelah dijelujur dengan benang, kain akan mengalami proses pencelupan warna. Baru kemudian bagian-bagian yang dijelujur dilepas benangnya. Terciptalah kain bermotif indah.

Bahan pewarna kain pun dibuat dari bahan tradisional berupa tanaman, seperti daun, akar, atau bunga. Warna coklat dari kulit kayu damar, kuning dari kunir, merah dari buah kusumba, dan masih banyak tanaman yang dijadikan pewarna.


23
Oct 10

Ulos Meratur, Perlambang Banyak Anak

Pada adat pernikahan Batak, banyak sekali jenis kain ulos yang dipergunakan, salah satunya adalah ulos meratur. Kain yang satu ini memiliki ciri khas berupa motif garis-garis yang menggambarkan burung atau bintang-bintang yang tersusun rapi.

Kain ini biasanya digunakan sebagai ulos parompa. Dengan diberikannya kain ini diharapkan pasangan pengantin akan memiliki banyak anak, seperti banyaknya motif burung atau bintang yang tergambar pada kain tersebut.

Ulos ini tidak hanya diberikan pada pengantin, tetapi juga kepada keluarga yang belum jua melehirkan anak. Sehingga diharapkan segera memiliki keturunan yang diberkati Tuhan, serta dilimpahi kesehatan, kemakmuran, kekayaan, dan kebahagiaan


23
Oct 10

Ulos Sibolang yang Berwarna Sendu

Ulos Sibolang memiliki ciri khas latar warna biru tua yang redup dengan coraknya yang berwarna biru muda. Dengan warnanya yang terkesan sedih, kain ini digunakan untuk upacara berkabung. Ulos ini menjadi tanda bagi perempuan yang ditinggal suaminya, bahwa dia telah menjadi janda.

Di dalam adat Batak berlaku garis keturunan patrilinier. Sehingga apabila suami telah meninggal maka janda tersebut diperkenankan untuk menikah dengan saudara laki-laki  dari suami. Hal ini dilakukan supaya garis keturunan mereka tidak terputus.

Pemberian ulos ini sekaligus menandakan adanya harapan bahwa sang istri bersedia dinikahi oleh saudara laki-laki almarhum suaminya. Ulos pemberian tersebut disebut ulos pandasdas.


23
Oct 10

Ulos Ragihotang, Pembungkus Jenazah

Walaupun pengerjaan ulos Ragihotang tidak serumit ulos ragidup, kain ini juga memiliki derajad tinggi. Sebagian besar ulos ini berlatar warna cokelat tua dengan hiasan garis-garis halus berwarna putih.

Ulos Ragihotang digunakan pada upacara penguburan sebagai bungkus jenazah, juga digunakan untuk membungkus tulang-belulang pada upacara penguburan kedua kalinya. Selain itu, kain ini juga pakaikan pada orang yang dianggap picik, supaya Tuhan memberikan hasil yang baik dan membuatnya menjadi orang yang rajin bekerja.

Kain ini juga bisa dikenakan oleh orang yang sudah menikah. Bagi laki-laki digunakan sebagai selendang bahu, sedangkan perempuan menggunakannya sebagai penutup dada atau pakaian bagian bawah.