Posts Tagged: jumputan


28
May 11

Buku “Five Centuries Of Indonesian Textiles – The Mary Hunt Kahlenberg Collection” Menang Hadiah Pertama di 31st Annual Wittenborn Book Awards

Buku FIVE CENTURIES OF INDONESIAN TEXTILES yang dirangkum oleh Ruth Barnes dan Mary Hunt Kahlenberg memenangkan hadiah pertama pada George Wittenborn Book Awards yang ke-31 yang diadakan setiap tahunnya di New York.

Buku ini menghadirkan serangkaian gambar kain-kain tradisional Indonesia yang merupakan koleksi Mary Hunt Kahlenberg sendiri. Salah satunya adalah foto dua pria Jawa dalam balutan kain dalam gambar ini.

Mary Hunt Kahlenberg memang telah lama bergelut dengan tekstil. Diawali dengan pendidikannya dalam bidang desain di Chicago, Vienna dan Berlin, Mary menempati posisi sebagai kurator di Textile Museum in Washington D.C. Dari sanalah perkenalannya dengan kain Indonesia berawal.

Ia juga pernah menjabat sebagai kepala Costume and Textile Department di Los Angeles County Museum of Art. Dan ia pun mulai mengumpulkan koleksi kain Indonesia dan Pra Kolumbia-nya.

Semoga dengan kemenangannya ini, kain-kain tradisional Indonesia semakin mendapat perhatian dunia, dan tentunya perhatian dari warga dan pemerintah Indonesia sendiri.

Sumber: “FIVE CENTURIES OF INDONESIAN TEXTILES – THE MARY HUNT KAHLENBERG COLLECTION” Wins First … – Artwire Press Release from ArtfixDaily.com.


25
May 11

Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female

Sangat melegakan. Citra kain tradisional kini makin terangkat di dunia fashion. Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2011 menampilkan ragam koleksi busana ready-to-wear dengan sentuhan kain tradisional karya para perancang lokal.

Siapa bilang kain tradisional kuno? Kini kain tradisional dirancang dengan konsep modern, edgy, modis, sehingga menambah pesonanya. Desainer ternama yang tergabung dalam Ikatan Perancang Muda Indonesa (IPMI) menampilkan konsep busana bergaya etnik dengan ragam pilihan kain tradisional.

Sebut saja kain lurik Jawa, tenun ikat NTT, tenun sutera Makassar, tenun Badui, tenun Garut, kain Jambi, dan songket Bali, yang semuanya dirancang menjadi koleksi busana siap pakai.

Siapa saja yang menampilkan karya cantik berbahan kain tradisional?

  • Era Sukamto dengan tenun Badui dan Garut
  • Barli Asmara dengan tenun sutera Makassar
  • Stephanus Hamy dengan tenun NTT
  • Musa Widyatmodjo dengan lurik Jawa

Bagaimana dengan Anda? Kain apa yang ingin Anda tampilkan?

Sumber: Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female.


9
Nov 10

Terbius Tenun Sriwijaya

Mungkin kita lebih sering mendengar orang-orang membahas tentang kain Songket jika berhubungan dengan kain-kain khas Sumatra. Tapi, ternyata ada produk tenun khas Palembang lainnya yang tak juga kalah indah, yaitu Tajung, Blongsong dan Jumputan.

Beberapa desainer kenamaan Nusantara mengangkat ragam tenun Nasional lainnya dalam Jakarta Fashion Week 2010.

Saatnya tenun mendapat perhatian lebih dari pencinta fashion Indonesia. Anda kah salah satunya? :)

Foto Jakarta Fashion Week 2010 koleksi Vivanews.com

Sumber: VIVAnews – Terbius Tenun Sriwijaya.


22
Jun 10

Tenun Indonesia Sanggup Menyaingi Batik

Mungkin selama ini kita lebih mengenal batik sebagai wakil bangsa atas keelokan Indonesia dalam menciptakan kain. Padahal masih ada satu lagi kain hasil karya perajin Indonesia yang tidak kalah cantik dan menawan, yaitu tenun.

Terkait dengan banyaknya daerah yang menjadi produsen tenun, keberagaman motif tidak perlu dipertanyakan. Adanya perbedaan latar belakang budaya dan lingkungan, akan menciptakan keunikan hasil tenun pada setiap daerah.

Teknik pembuatan yang menggunakan ATBM [Alat Tenun Bukan Mesin] membuat kualitas dari kain tenun Indonesia tidak perlu dipertanyakan. Dari sana dapat dipastikan pada tahun-tahun ke depan, respon pasar untuk tenun Indonesia akan bersaing dengan batik.

Salah satunya adalah sajadah tenun ikat di bawah ini:


20
May 10

Jumputan Palembang

Jika di Kalimantan dikenal dengan kata Sasirangan, sementara di Pulau Jawa dengan kata Kain Pelangi, maka di Palembang lain lagi.

Kain yang pemotifan dan pewarnaannya menggunakan sistem ikat celup (tie dye) ini di Palembang dikenal dengan Kain Jumputan. Maka kita biasa menyebutnya Kain Jumputan Palembang.

Salah satu koleksi kami adalah selendang jumputan pink berikut ini:

Silakan intip koleksi kain jumputan kami yang lainnya di http://kainikat.com/jumputan.

Selain dalam bentuk selendang, kami juga menyediakan kain jumputan untuk setelan yang terdiri dari kain bawahan, kain atasan, dan selendang. Namun jumlahnya sangat terbatas, sehingga saat ini sudah sold out.

Walau begitu, kami akan menghadirkan kain jumputan, kain pelangi, dan kain sasirangan lagi di waktu mendatang, selain koleksi kain ikat. Kami akan tetap pada komitmen untuk menghadirkan berbagai kain nusantara.