Posts Tagged: ikat


8
Sep 11

Keindahan Tenun Biboki

Kain tenun ikat Biboki memiliki motif yang dipakai secara turun-temurun, yang juga merupakan tanda pengenal bagi orang Biboki.

Para wanita yang membuatnya, di masa lampau, berkumpul dan berkelompok untuk memintal benang bersama. Bahkan, kegiatan ini semakin semarak saat dikerjakan pada bulan purnama. Bunyi alat pemintal bersahutan dengan gelak tawa riang para penenun.

Keistimewaan kain tenun Biboki lainnya adalah kain ini terbuat dari kapas asli dan pewarna alami. Hal ini tentu perlu dilestarikan.

Bukan hanya itu, kain tenun Biboki juga merupakan sumber penghasilan bagi warganya. Karena, jika musim kering, mereka tidak berkebun atau bertani, yang merupakan sumber penghasilan utama mereka.

Kain tenun Biboki juga memiliki nilai relijius karena berfungsi sebagai media yang dapat dipakai untuk warganya memuja/sembahyang kepada leluhur.


25
May 11

Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female

Sangat melegakan. Citra kain tradisional kini makin terangkat di dunia fashion. Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2011 menampilkan ragam koleksi busana ready-to-wear dengan sentuhan kain tradisional karya para perancang lokal.

Siapa bilang kain tradisional kuno? Kini kain tradisional dirancang dengan konsep modern, edgy, modis, sehingga menambah pesonanya. Desainer ternama yang tergabung dalam Ikatan Perancang Muda Indonesa (IPMI) menampilkan konsep busana bergaya etnik dengan ragam pilihan kain tradisional.

Sebut saja kain lurik Jawa, tenun ikat NTT, tenun sutera Makassar, tenun Badui, tenun Garut, kain Jambi, dan songket Bali, yang semuanya dirancang menjadi koleksi busana siap pakai.

Siapa saja yang menampilkan karya cantik berbahan kain tradisional?

  • Era Sukamto dengan tenun Badui dan Garut
  • Barli Asmara dengan tenun sutera Makassar
  • Stephanus Hamy dengan tenun NTT
  • Musa Widyatmodjo dengan lurik Jawa

Bagaimana dengan Anda? Kain apa yang ingin Anda tampilkan?

Sumber: Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female.


17
Feb 11

Hii Taba Kain Tenun Terpanjang di Indonesia

Hi’i Taba adalah kain tenun yang panjangnya mencapai 30 meter. Kain ini telah mencatat rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) pada tahun 1990-an.

Tenun Hi’i Taba ini memiliki kombinasi tiga warna. Warna dasar hitam, dipadu dengan bis merah dan putih pada ujung atas dan bawahnya, menyerupai bendera merah putih. Di tengahnya, ada burung garuda, lambang negara Indonesia.

Kain ini berasal dari Sabu Raijua yang saat itu belum menjadi kabupaten otonom, atau masih bergabung dengan Kabupaten Kupang.

Sumber foto dan berita: Hii Taba Kain Tenun Terpanjang di Indonesia – Tribunnews.com.


17
Jan 11

Penenun NTT Ikut Pelatihan di Sukabumi

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinsi NTT mendukung sepenuhnya upaya Novanto Center (NC) mengirim pengrajin tenun ikat berprestasi dari NTT mengikuti pelatihan di Sukabumi.

Langkah Novanto Center mengirim pengrajin berprestasi dari NTT untuk mengikuti pelatihan tenun ikat di Jawa, merupakan langkah yang positif dalam meningkatkan mutu tenun ikat asal NTT.

Diharapkan pula, pelatihan ini dapat turut berperan dalam meningkatkan SDM para pengrajin NTT untuk terus meningkatkan mutu kain tenun ikat dari daerah ini.

Sumber: .::POS KUPANG | Media Menuju Masa Depan – Penenun NTT Ikut Pelatihan di Sukabumi.


14
Jan 11

Tren Mode 2011, Etnik dan Eksotis

Tren Mode 2011

Tenun akan menjadi salah satu tren mode 2011. Etnik dan eksotis.

Beberapa waktu silam, desainer Carmanita, Tuty Cholid, dan Priyo menghadirkan rancangan mereka yang bernuansa etnik pada pagelaran busana Trend Show IPMI.

Tenun yang diangkat adalah tenun Makassar, Ujung Pandang, tenun ikat Bali, songket Palembang, serta tenun dan songket Bali.

Meski mengemasnya dalam desain modern, karya ketiga perancang ini sangat kuat unsur etniknya.

Siap tampil cantik di 2011? Kenakan tenun ikat!

Sumber berita & foto: Tren Mode 2011, Sentuhan Etnik nan Eksotis – lifestyle.okezone.com.


12
Jan 11

Kebudayaan dan Pariwisata Sintang

Kabupaten Sintang memiliki empat objek wisata unggulan. Pertama, Bukit Kelam di Kecamatan Kelam Permai. Objek wisata andalan kedua Sintang adalah Rumah Betang Ensaid Panjang di Kecamatan Dedai. Selanjutnya Baning Forest (Hutan Baning) yang menjadi wadah beberapa orang utan. Terakhir adalah Museum Kapuas Raya yang merupakan hasil kerjasama Pemda Sintang dengan Belanda.

Tenun ikat khas Sintang juga menjadi salah satu pemikat pariwisata di sana. Pemerintah setempat senantiasa menjadikan tenun ikat sebagai cenderamata bagi tamu-tamu kehormatan Kabupaten Sintang.

Disarikan dari: Pontianak Post Online | Kebudayaan dan Pariwisata Harus Imbang.


12
Jan 11

Pameran Tenun Ikat

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang berlangsung di Kota Kupang, selama 5 – 9 Februari 2011, rencananya akan dimeriahkan dengan pameran tenun ikat.

Pihak panitia masih berkoordinasi dengan Dekranasda Propinsi NTT untuk rencana kegiatan pameran dimaksud.

Ada anggota panitia mengusulkan keseragaman corak tenun ikat dengan menggunakan bahan tenun ikat buatan pabrik, namun dibantah panitia lainnya.

“Bapak Gubernur NTT menyarankan menggunakan bahan tenun ikat asli untuk memberdayakan para pengrajin tenun ikat NTT,” tukas Sekretaris Panitia HPN 2011, Ari Moelyadi, didukung Wakil Sekretaris PWI NTT, Zacky W. Fagih.

Sumber: .::POS KUPANG | Media Menuju Masa Depan – Pameran Tenun Meriahkan HPN.


27
Dec 10

Kenakan Kain Tenun!

Foto: Dok. mardianapontianak

Kepedulian terhadap kain tradisional amat sangat penting tertanam dalam diri setiap bangsa Indonesia. Namun, tidak sekadar itu, bentuk kepedulian juga perlu ditunjukan dengan menggunakan dan mempromosikan berbagai jenis kain tradisional, salah satunya kain tenun.

Coba lihat gambar di atas. Gambar tersebut merupakan salah satu baju tradisional khas melayu yang dikenal dengan nama baju kurung/ teluk belanga. Pada bagian pinggang si laki-laki terdapat kain yang mengikat, sekaligus penambah keindahan dan keanggunan dari pakaian tradisional tersebut. Kain itu adalah kain tenun sambas. Indah bukan?

Adanya kombinasi kain tenun dalam berpakaian merupakan salah satu upaya penting dalam memelihara kepedulian kita, sekaligus dapat menjadi sarana promosi keelokan. Seperti saat Anda mendatangi acara pernikahan atau merayakan hari besar, alangkah lebih baiknya jika Anda mempergunakan kain tenun, walaupun hanya sebatas selendang.

Sumber tulisan dan photo: Dina Mardiana Pontianak: Kain Tenun Sambas (Tampil Menawan dengan Baju Kurung dan Telok Belanga).


27
Dec 10

Hanya Berawal Dari Cinta Tenun

Foto: Dok. Spirit Bisnis

Adinindyah, seorang mantan karyawan yang sukses bergerak di bisnis berbahan baku kain tenun. Hanya berbekal kecintaannya dengan kain tenun membuatnya nekat untuk membuka sebuah merek dagang bernama House of  Lawe.

Dengan modal terbatas, pada tahun-tahun awal Nindya dan temannya memulai usahanya dengan trial error. Namun, semangat dan jiwanya yang energik tidak membuatnya menyerah. Awalnya, mereka menawarkan hasil produksi mereka ke teman-teman di sekitar, ternyata sambutan yang didapat positif.

Walaupun sempat terpuruk akibat gempa Yogya tahun 2006, Nindya masih berhasil bangkit dengan bantuan dana dari NGO. Perjuangan panjangnya bersama teman-temannya sekarang berbuah manis dengan kepemilikan workshop di kawasan Bugisan, dan ruang pamer produk di salah satu sudut Galeri Amri Yahya kawasan Gampingan.

Sumber tulisan dan photo: Berawal dari Kecintaan House of Lawe Eksis Menggarap Tenun | Tabloid Spirit Bisnis.