Artikel mengenai cara mewarna kain




11
Oct 11

Ulos Samosir, Kain Tenun yang Ramah Lingkungan


Pengrajin tenun ulos di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara menggunakan zat pewarna alam sebagai bahan dasar mewarnai benangnya. Selain untuk mempertahankan kualitas ulos dan ciri khas kampung tenun Ulos Samosir, juga agar tidak menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan.

Begitulah yang dijelaskan oleh Merdi Sihombing, pengelola kampung tenun di Pangururan.

Menurutnya, bahan pewarna kain tenun itu berasal dari sejumlah tumbuhan perdu dan tanaman lain seperti kayu jabi-jabi dan sona. Pewarna hitam dan merah diperoleh dari tanaman itom dan salaon.

Di samping sejumlah bahan baku yang masih dengan mudah didapat, perairan Danau Toba tidak tercemar saat proses pencucian benang.

Merdi menyebutkan, teknik pembuatan ulos dengan pewarna alami sebagian dimodifikasi agar lebih modern. Namun ciri khasnya tak hilang sehingga kualitasnya pun tak mengecewakan.

Sumber: MetroTVNews.com.


11
Dec 10

Kain Tenun Tak Akan Pernah Mati


Foto: Dok. Tempointeraktif

Sama halnya dengan batik, kain tenun juga merupakan warisan budaya Indonesia. Variasi ragam motifnya pun tidak kalah dengan kain batik, hampir setiap daerah memiliki motif khas yang unik dan menarik.

Daya tarik kain tenun tidak hanya terletak pada motif, tetapi juga makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap jenis kain. Ada beberapa kain tenun yang dinilai memiliki kesakralan sehingga hanya digunakan pada momen-momen tertentu, seperti pernikahan, kelahiran, atau kematian.

Teknik pembuatan kain tenun juga membutuhkan keterampilan tersendiri, terutama jika berhadapan dengan ATBM. Kesabaran dan ketekunan menjadi senjata para perajin dalam menciptakan kain tenun yang menawan. Sama halnya yang dilakukan oleh para perajin di Nusa Tenggara Timur.

Ketekunan inilah yang membuat perancang ternama Oscar Lawalata melakukan proyek tenun NTT bersama Laura Miles, perancang asal Inggris. Proyek tersebut diberi nama ‘Weaving the Future’.

Sumber tulisan dan photo: Tempointeraktif.Com – Mahadaya Tenun Indonesia Timur .