Posts Tagged: batik celup ikat


20
Oct 11

Kreasi Tenun Bali

Di Bali, tenun bukan hanya merupakan keahlian yang dikuasai orang dewasa. Melainkan anak-anak juga dapat menenun.

Putu Wijaya (11), siswa kelas V SD di Sidemen, misalnya, sudah menguasai teknik ikat. Teknik ini adalah bagian penting dari produksi kain tenun Bali. Hal ini diungkap oleh I Gusti Ayu Ok, salah seorang perajin tenun yang dibina oleh CTI, Cita Tenun Indonesia.

CTI bekerja sama dengan Garuda Indonesia membentuk tim pembinaan perajin tenun di beberapa daerah, termasuk di Bali. Dalam tim ini, antara lain terdapat desainer tekstil, Ratna Panggabean, dan desainer fashion, Priyo Oktaviano.

Semoga dengan terus dilakukannya pembinaan terhadap para penenun di seluruh Indonesia, akan lahir banyak Putu Wijaya kecil lainnya. Sehingga, akan lahir generasi penerus dalam bidang tenun dan tenun Indonesia takkan pernah punah ditelan masa.

Sumber: Kompas Female.


11
Oct 11

Ulos Samosir, Kain Tenun yang Ramah Lingkungan

Pengrajin tenun ulos di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara menggunakan zat pewarna alam sebagai bahan dasar mewarnai benangnya. Selain untuk mempertahankan kualitas ulos dan ciri khas kampung tenun Ulos Samosir, juga agar tidak menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan.

Begitulah yang dijelaskan oleh Merdi Sihombing, pengelola kampung tenun di Pangururan.

Menurutnya, bahan pewarna kain tenun itu berasal dari sejumlah tumbuhan perdu dan tanaman lain seperti kayu jabi-jabi dan sona. Pewarna hitam dan merah diperoleh dari tanaman itom dan salaon.

Di samping sejumlah bahan baku yang masih dengan mudah didapat, perairan Danau Toba tidak tercemar saat proses pencucian benang.

Merdi menyebutkan, teknik pembuatan ulos dengan pewarna alami sebagian dimodifikasi agar lebih modern. Namun ciri khasnya tak hilang sehingga kualitasnya pun tak mengecewakan.

Sumber: MetroTVNews.com.


17
Feb 11

Hii Taba Kain Tenun Terpanjang di Indonesia

Hi’i Taba adalah kain tenun yang panjangnya mencapai 30 meter. Kain ini telah mencatat rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) pada tahun 1990-an.

Tenun Hi’i Taba ini memiliki kombinasi tiga warna. Warna dasar hitam, dipadu dengan bis merah dan putih pada ujung atas dan bawahnya, menyerupai bendera merah putih. Di tengahnya, ada burung garuda, lambang negara Indonesia.

Kain ini berasal dari Sabu Raijua yang saat itu belum menjadi kabupaten otonom, atau masih bergabung dengan Kabupaten Kupang.

Sumber foto dan berita: Hii Taba Kain Tenun Terpanjang di Indonesia – Tribunnews.com.


30
Jul 10

Ber-Hari Raya dengan Kain Ikat, Kain Khas Indonesia

Tak terasa, bulan Ramadhan sudah di penghujung mata. Saatnya menetapkan diri untuk membersihkan hati, menyambut Ramadhan bulan penuh berkah dengan sukacita.

Selepas Ramadhan, selepas mencurahkan diri untuk memperoleh kebaikan sepanjang bulan, tibalah hari raya. Saatnya bersilaturahmi dengan karib dan kerabat. Menghormati para tetamu yang datang atau mendatangi keluarga yang telah sepuh, salah satunya adalah dengan berpakaian rapi.

Salah satu yang dapat menjadi pilihan di hari raya adalah pakaian yang terbuat dari kain ikat,  kain khas Indonesia, buah karya pengrajin kita, saudara kita sendiri. Tak ada salahnya bukan, jika kebahagiaan kita di hari raya ternyata dapat juga berjalan seiring dengan usaha kita bersama dalam melestarikan kain-kain khas Indonesia?

Silakan klik link ini untuk melihat-lihat keindahan kain ikat, kain khas Indonesia.


22
Jun 10

Tenun Indonesia Sanggup Menyaingi Batik

Mungkin selama ini kita lebih mengenal batik sebagai wakil bangsa atas keelokan Indonesia dalam menciptakan kain. Padahal masih ada satu lagi kain hasil karya perajin Indonesia yang tidak kalah cantik dan menawan, yaitu tenun.

Terkait dengan banyaknya daerah yang menjadi produsen tenun, keberagaman motif tidak perlu dipertanyakan. Adanya perbedaan latar belakang budaya dan lingkungan, akan menciptakan keunikan hasil tenun pada setiap daerah.

Teknik pembuatan yang menggunakan ATBM [Alat Tenun Bukan Mesin] membuat kualitas dari kain tenun Indonesia tidak perlu dipertanyakan. Dari sana dapat dipastikan pada tahun-tahun ke depan, respon pasar untuk tenun Indonesia akan bersaing dengan batik.

Salah satunya adalah sajadah tenun ikat di bawah ini:


20
May 10

Jumputan Palembang

Jika di Kalimantan dikenal dengan kata Sasirangan, sementara di Pulau Jawa dengan kata Kain Pelangi, maka di Palembang lain lagi.

Kain yang pemotifan dan pewarnaannya menggunakan sistem ikat celup (tie dye) ini di Palembang dikenal dengan Kain Jumputan. Maka kita biasa menyebutnya Kain Jumputan Palembang.

Salah satu koleksi kami adalah selendang jumputan pink berikut ini:

Silakan intip koleksi kain jumputan kami yang lainnya di http://kainikat.com/jumputan.

Selain dalam bentuk selendang, kami juga menyediakan kain jumputan untuk setelan yang terdiri dari kain bawahan, kain atasan, dan selendang. Namun jumlahnya sangat terbatas, sehingga saat ini sudah sold out.

Walau begitu, kami akan menghadirkan kain jumputan, kain pelangi, dan kain sasirangan lagi di waktu mendatang, selain koleksi kain ikat. Kami akan tetap pada komitmen untuk menghadirkan berbagai kain nusantara.