Posts Tagged: batik bali


25
May 11

Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female

Sangat melegakan. Citra kain tradisional kini makin terangkat di dunia fashion. Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2011 menampilkan ragam koleksi busana ready-to-wear dengan sentuhan kain tradisional karya para perancang lokal.

Siapa bilang kain tradisional kuno? Kini kain tradisional dirancang dengan konsep modern, edgy, modis, sehingga menambah pesonanya. Desainer ternama yang tergabung dalam Ikatan Perancang Muda Indonesa (IPMI) menampilkan konsep busana bergaya etnik dengan ragam pilihan kain tradisional.

Sebut saja kain lurik Jawa, tenun ikat NTT, tenun sutera Makassar, tenun Badui, tenun Garut, kain Jambi, dan songket Bali, yang semuanya dirancang menjadi koleksi busana siap pakai.

Siapa saja yang menampilkan karya cantik berbahan kain tradisional?

  • Era Sukamto dengan tenun Badui dan Garut
  • Barli Asmara dengan tenun sutera Makassar
  • Stephanus Hamy dengan tenun NTT
  • Musa Widyatmodjo dengan lurik Jawa

Bagaimana dengan Anda? Kain apa yang ingin Anda tampilkan?

Sumber: Kain Tradisional dalam Koleksi “Ready-to-Wear” – Kompas Female.


13
Apr 11

Nelvi dan Songket

Nelvi adalah pengusaha songket. Bukan hanya itu, ia dan suami sudi berbagi ilmu tentang tenun songket sekaligus membantu para usahawan baru dalam bidang songket.

Namun, Nelvi tidak menyombongkan diri. Bahkan, Nelvi kerap disangka pegawai toko oleh pelanggan yang hendak membeli kain tenun songket produksinya.

Jika ditanya sudah berapa bulan bekerja, ia menjawab singkat, “Sudah dua bulan.”

Nelvi telah menjalankan usahanya ini semenjak puluhan tahun yang lalu. Ia memulai usaha di bidang pembuatan dan penjualan tenun songket, bordir, dan beragam penganan khas Minang.

Meski di awal usaha, karyanya ditolak oleh toko-toko penjual songket, ia tak menyerah.

Ia memulai usaha semenjak masih kuliah di Jurusan Kimia IKIP Padang.

Perlu dicatat bahwa adalah Nelvi dan suaminya adalah wirausaha mandiri yang tumbuh dari bawah tanpa gemerlap fasilitas apa pun dari pemerintah atau kredit industri perbankan.

Kegigihan dan ketekunan mereka lah yang kemudian membuat mereka maju dan sukses seperti sekarang ini.

Sumber: Pejuang Songket dari Padang – KOMPAS.com.


3
Feb 11

Buku tentang Kain Indonesia

Buku tentang kain Indonesia semakin banyak saja. Di antaranya yang dituliskan oleh Mary Hunt Kahlenberg yang telah jatuh cinta kepada kain Indonesia semenjak tahun 1960-an. Saat itu, ia dikirimi foto kain Indonesia yang oleh ahli dan penjual kain asal Belanda, Laurens Langewis.

Buku berjudul The Mary Hunt Kahlenberg Collection, Five Centuries of Indonesian Textiles (2010) membahas kain asli Nusantara koleksi Hunt yang merupakan hasil tenunan abad ke-15.

Di antara penelitian yang dilakukannya untuk buku ini adalah mengirimkan contoh benang tenun dari tiga kain koleksinya. Yaitu, dari Poso, Sulawesi Tengah, Komering, Sumatera Selatan, dan Timor di NTT, untuk uji karbon di Swiss.

Uji tersebut membuktikan kain Indonesia dapat bertahan melalui waktu karena dijaga sebagai benda berharga milik keluarga. Kualitas kain-kain tersebut masih bagus. Tradisi menjaga kain sebagai benda berharga harus dipertahankan

Sumber: Menduniakan Keindahan Kain – KOMPAS.com.


27
Dec 10

Kenakan Kain Tenun!

Foto: Dok. mardianapontianak

Kepedulian terhadap kain tradisional amat sangat penting tertanam dalam diri setiap bangsa Indonesia. Namun, tidak sekadar itu, bentuk kepedulian juga perlu ditunjukan dengan menggunakan dan mempromosikan berbagai jenis kain tradisional, salah satunya kain tenun.

Coba lihat gambar di atas. Gambar tersebut merupakan salah satu baju tradisional khas melayu yang dikenal dengan nama baju kurung/ teluk belanga. Pada bagian pinggang si laki-laki terdapat kain yang mengikat, sekaligus penambah keindahan dan keanggunan dari pakaian tradisional tersebut. Kain itu adalah kain tenun sambas. Indah bukan?

Adanya kombinasi kain tenun dalam berpakaian merupakan salah satu upaya penting dalam memelihara kepedulian kita, sekaligus dapat menjadi sarana promosi keelokan. Seperti saat Anda mendatangi acara pernikahan atau merayakan hari besar, alangkah lebih baiknya jika Anda mempergunakan kain tenun, walaupun hanya sebatas selendang.

Sumber tulisan dan photo: Dina Mardiana Pontianak: Kain Tenun Sambas (Tampil Menawan dengan Baju Kurung dan Telok Belanga).


27
Dec 10

Primadona Kain Tenun Sulawesi Tenggara, Tenun Tolaki

Foto: Dok. Majalah Expo

Tenun Tolaki merupakan primadona kain tenun khas Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini tradisi menenun masih berkembang karena kecintaan masyarakatnya terhadap kain tradisional tersebut.

Salah satu trik dalam mempertahankan kebudayaan kain tolaki ini adalah dengan menciptakan mitos. Mereka selalu menjadikan kain tenun sebagai pakaian kebesaran dalam setiap pesta adat di lingkungan masyarakat tolaki. Mereka berkeyakinan, jika dalam upacara adat tidak menggunakan kain tenun tolaki, maka akan terasa ada yang sangat kurang.

Motif yang cukup terkenal di masyarakat tolaki adalah ragam hias mua. Motif ini biasanya menggunakan warna jingga muda, kelabu, biru laut, kuning susu, hijau lumut, dan merah samar. Selain itu digunakan juga benang emas yang membentuk motif garis halus dan kesan bunga kecil.

Kain tenun bercorak biasa disebut sebagai kain coraj hujan panas karena adanya kesan berkilat yang disebabkan adanya benang emas. Jika benang emas membentuk garis lurus maka disebut sebagai tenun/songket selit.

Sumber tulisan dan photo: Majalah Expo: Kain Tenun Tolaki.


11
Dec 10

Kain Tenun Tak Akan Pernah Mati

Foto: Dok. Tempointeraktif

Sama halnya dengan batik, kain tenun juga merupakan warisan budaya Indonesia. Variasi ragam motifnya pun tidak kalah dengan kain batik, hampir setiap daerah memiliki motif khas yang unik dan menarik.

Daya tarik kain tenun tidak hanya terletak pada motif, tetapi juga makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap jenis kain. Ada beberapa kain tenun yang dinilai memiliki kesakralan sehingga hanya digunakan pada momen-momen tertentu, seperti pernikahan, kelahiran, atau kematian.

Teknik pembuatan kain tenun juga membutuhkan keterampilan tersendiri, terutama jika berhadapan dengan ATBM. Kesabaran dan ketekunan menjadi senjata para perajin dalam menciptakan kain tenun yang menawan. Sama halnya yang dilakukan oleh para perajin di Nusa Tenggara Timur.

Ketekunan inilah yang membuat perancang ternama Oscar Lawalata melakukan proyek tenun NTT bersama Laura Miles, perancang asal Inggris. Proyek tersebut diberi nama ‘Weaving the Future’.

Sumber tulisan dan photo: Tempointeraktif.Com – Mahadaya Tenun Indonesia Timur .


9
Jul 09

Kain Pantai Pink Cantik

Kain pantai ini juga kain ikat loh. Membuatnya dengan cara ditenun. Ada 4 warna yang bisa dipilih:

kain-bali

Salah satunya yang shocking pink ini. Gak shocking banget sih. Tapi, bukan soft pink juga — ada juga yang soft pink kok.

Keempat kain pantai ini bisa diintip di halaman Koleksi Kami. Di bagian bawah, di kategori ‘Others’.

Atau, kalau jarang ke pantai, kain ini juga lucu jika digabungkan dengan kebaya encim. Datang ke acara resepsi siang pakai kain ini dijamin nggak panas dan tetap cantik.

Yup, cocok untuk acara kasual.

Paling oke sih kalau punya semua warna, jadi bisa ganti-ganti. Beli empat-empatnya, kami kasih diskon deh. E-mail aja atau cukup isi form di bawah ya.

Jangan sampai kehabisan!

;)