Blog


25
Dec 10

Menjadi Perancang di Usia 10 tahun

Foto: Dok. Lifestyle

Umur tidak menjadi patokan utama dalam berkarya. Buktinya, di usia 10 tahun Cecilia Cassini telah menjadi desainer kenamaan termuda di lini eco chic couture.

Keahlian Cecilia diawali dari keinginannya mendapatkan hadiah mesin jahit portable dari orang tua di usianya yang keenam. Dari sanalah bakatnya terasah dalam berkreasi dengan baju-baju lama yang dirombak menjadi koleksi baru yang disebut sebagai “kiddie couture”.

Di usianya yang sangat muda, Cecilia memandang setiap karya sebagai masterpiece karena menurutnya setiap karya merupakan hasil kreasi yang dihadirkan dengan unik dan hanya dibuat sekali.

Kegemarannya dalam merancang semakin dikenal luas dan menjadi pembicaraan hangat di dunia mode. Hal ini membuat namanya masuk berbagai media cetak Amerika, diantaranya KidsLA, Runaway, LAConfidential, juga di Los Angeles Daily News.

Bahkan  saat ini di media elektronik, wajah manis Cecilia kerap terlihat di jaringan televisi NBC, KTLA, dan CBS.

Sumber tulisan dan photo: Inilah Desainer Termuda di Lini Eco Chic Couture – lifestyle.okezone.com.


25
Dec 10

Potensi Sutera Sulsel di Pasar Dunia

Photo: Dok. Media Indonesia

Keindahan kain tradisional Indonesia memang kerap tiada duanya dan berpotensi menjadi incaran pasar internasional. Kepala Sub Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal Sulsel Devo Khaddafi menyadari betul hal tersebut dapat terjadi juga pada kain sutera Sulawesi Selatan.

Melihat potensi tersebut, Devo Khadafi berencana untuk memperkenalkan produk sutera ini pada pertemuan masyarakat ASEAN yang akan diadakan di Bangkok pada 2011.

Keyakinan tersebut didasari dari antusias yang begitu besar didapatkan sutera sulsel saat dipamerkan di penyelenggaraan South Sulawesi Silk Day di Jakarta.

Semoga hal ini dapat menjadi pemicu kreativitas para perancang juga perajin kain tradisional untuk terus berkarya. Selain itu, diharapkan dapat juga menyadarkan masyarakat Indonesia betapa berharganya produk asli Indonesia.

Sumber tulisan dan photo: Sutera Sulsel Didorong Masuk Pasar Dunia.


17
Dec 10

Amy Atmanto Mengkreasikan Kebaya Bersama Tuna Rungu

Foto: dok. lifestyle

Kepedulian Amy Atmanto dalam membina penyandang tuna rungu patut diacungi jempol. Perancang kelas atas ini mengajarkan memasang payet pada kebaya. Hal ini menunjukkan kepedulian Amy lebih besar manfaatnya dibanding jika dia hanya memberi sumbangan berbentuk uang.

Kerennya, hasil karya para penyandang tuna rungu ini juga dipamerkan di pusat kerajinan SMESCO. Amy sangat terharu dengan apresiasi yang diberikan masyarakat pada hasil karya ‘anak’ didiknya tersebut.

Amy sendiri memiliki visi untuk mengembangkan micro economic melalui rumah kreatifnya, sekaligus menumbuhkan perekonomian rakyat untuk menciptakan Indonesia pintar lewat pemberdayaan perempuan khususnya.

Sumber tulisan dan photo: Amy Atmanto Bangga Hasil Karya Binaannya Dipamerkan – lifestyle.okezone.com.


17
Dec 10

Baju Muslim Dengan Tema Tenun Mataram

Pada acara parade model baju muslim terbaru, Merry Pranomo mengambil tema “Cahaya Tenun Mataram” ready to wear, etnik, dan multiwarna. Dia yakin bahwa kain tenun akan semakin mempercantik rancangan baju muslimnya.

Merry mengambil tenun khas Nusa Tenggara Barat untuk dijadikan bahan rancangannya. Mengingat kain tenun termasuk berat, dia hanya meletakkan tenun dalam bentuk potongan-potongan kecil sebagai detail model baju, seperti pada bagian rok, penutup kepala, atau bahu. Walaupun begitu, Merry yakin rancangannya masih akan terkesan etnik.

Sumber tulisan: Baju Muslim Dengan Tema Tenun Mataram – Kumpulan Artikel – Tips.


17
Dec 10

Ulos Terancam Punah

Lagi-lagi budaya Indonesia terancam punah karena kekurangsadaran masyarakatnya terhadap pentingnya melestarikan warisan bangsa ini. Kali ini Ulos, warisan budaya Batak, mulai mengalami kelangkaan akibat masyarakatnya sedikit demi sedikit meninggalkan tenun gaya ulos dan lebih memilih songket.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu penenun ulos, hal ini lebih dikarenakan dibutuhkan waktu yang lama untuk membuat ulos. Selain itu, para konsumen lebih banyak memiliki ulos produksi pabrik dibandingkan buatan ATBM.

Melihat kondisi ini, Budayawan Batak Toba Thompson HS, menganjurkan masyarakat untuk lebih memperhatikan fungsi dari Ulos. Jika masyarakat masih yakin bahwa ulos berfungsi untuk memperkuat kesakralan kegiatan adat, maka sudah selayaknya ulos harus tetap dipertahankan.

Sumber tulisan: Ulos Terancam Punah – EKSPOSNEWS.com.


16
Dec 10

Dari Mesin Tenun Tercipta Toyota

Berlatar belakang dari keluarga penenun ternyata membawa berkah tersendiri bagi Sakichi Toyoda. Pendiri pabrik mobil bermerek Toyota ini, memulai debutnya dengan mengutak-atik mesin tenun milik ibunya.

Sakichi terus berupaya menciptakan mesin tenun yang lebih efisien dibandung alat tenun manual. Jungkir balik usahanya tidak sia-sia karena pada tahun 1896 ia berhasil mematenkan mesin tenun otimatis di Jepang dengan nama Toyoda Loom Works yang kemudian berubah menjadi Toyoda Automatic Loom Works.

Rasa tidak puas terus menggelayuti diri Toyoda hingga memutuskan untuk mengamati dan mempelajari cara-cara industri barat. Berkat ilmunya tersebut, dia berhasil melahirkan perusahaan otomotif berama Toyota. Uniknya, penamaan Toyota di Jepang terwakili dalam 8 karakter, dan delapan adalah angka keberuntungan bagi kalangan masyarakat Jepang.

Sumber tulisan dan photo: Asal Usul Berdirinya Toyota.


16
Dec 10

Ciptakan Negeri yang Berkarakter dengan Membangun Mitos

Sadarkah bahwa seringkali kepribadian kita terbentuk oleh mitos-mitos yang tersebar di sekitar? Tahukah bahwa kita kerapkali hanya mengikuti apa yang sedang ‘hits’ tanpa memiliki karakter sendiri?

Ya, tanpa sadar kita yang seharusnya menjadi pengendali, malah seringkali dikendalikan oleh lingkungan dan mitos yang diciptakan pasar. Contoh sederhananya, terlihat dari bagaimana masyarakat Indonesia sangat mudah dikendalikan oleh iklan-iklan yang bertebaran di televisi.

Iklan-iklan tersebut kemudian menciptakan mitos yang diikuti tanpa pikir panjang. Lihat saja bagaimana para perempuan berlomba-lomba meluruskan rambut dan diet mati-matian demi membentuk dirinya menjadi sosok cantik seperti model iklan. Kondisi inilah yang membuat Indonesia terlihat tak memiliki karakter kuat.

Harusnya Indonesia, negeri yang kaya akan kebudayaan, bisa memiliki jati diri tersendiri, sehingga tetap menjadi bangsa yang berkepribadian. Sudah saatnya masyarakat Indonesia menciptakan mitos dari warisan budaya Indonesia, seperti melekatkan kain tenun dalam kehidupan sehari-hari.

Maksudnya? Sudah saatnya kita membuat kain tradisional tersebut menjadi hal yang membanggakan, sehingga membuat para pemakainya menjadi percaya diri. Kita buat orang-orang sadar bahwa dengan memakai kain tenun, penampilan akan semakin anggun dan eksotik. Dengan upaya inilah, kita bisa membuat Indonesia memiliki karakter budaya yang kuat dan tidak menjadi boneka yang mudah dikendalikan.

Sumber tulisan: Catatan Tentang “Mendulang Mitos” « RIZALDI SIAGIAN.


11
Dec 10

Kain Tenun Tak Akan Pernah Mati

Foto: Dok. Tempointeraktif

Sama halnya dengan batik, kain tenun juga merupakan warisan budaya Indonesia. Variasi ragam motifnya pun tidak kalah dengan kain batik, hampir setiap daerah memiliki motif khas yang unik dan menarik.

Daya tarik kain tenun tidak hanya terletak pada motif, tetapi juga makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap jenis kain. Ada beberapa kain tenun yang dinilai memiliki kesakralan sehingga hanya digunakan pada momen-momen tertentu, seperti pernikahan, kelahiran, atau kematian.

Teknik pembuatan kain tenun juga membutuhkan keterampilan tersendiri, terutama jika berhadapan dengan ATBM. Kesabaran dan ketekunan menjadi senjata para perajin dalam menciptakan kain tenun yang menawan. Sama halnya yang dilakukan oleh para perajin di Nusa Tenggara Timur.

Ketekunan inilah yang membuat perancang ternama Oscar Lawalata melakukan proyek tenun NTT bersama Laura Miles, perancang asal Inggris. Proyek tersebut diberi nama ‘Weaving the Future’.

Sumber tulisan dan photo: Tempointeraktif.Com – Mahadaya Tenun Indonesia Timur .


11
Dec 10

Duet Apik, Pemerintah dan Perajin Sulteng

Foto: Dok. arifh.blogdetik

Sutera adalah kain tenun yang sangat diminati pasar. Teksturnya yang lembut membuat para wanita keranjingan untuk menggunakannya sebagai bahan dasar pakaian.

Berbagai wilayah di Indonesia bergerak untuk menjadi produsen kain tenun sutera, salah satunya Sulawesi Tengah. Industri tenun sutera mereka terbilang berkembang, terutama di Kota Palu dan Donggala.

Semua itu tidak hanya terjadi karena semangat dari para perajinnya, tetapi juga dukungan dari pemerintah daerah. Seperti yang dilakukan oleh gubernur Sulteng dan walikota paku yang menjadi penyemangat dengan memberikan berbagai bantuan kepada para perajian berupa mesin tenun, bahan baku benang sutera, pelatihan kepada perajin dan bahkan memberikan fasilitasi untuk melakukan promosi.

Nah, dari sana terlihat bahwa adanya kerjasama yang solid antara para perajin dan pemerintahan pasti akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Sumber tulisan dan photo: Tenun Sutera dari Kota Palu | Seputar Wirausaha.