Author Archives


15
Jun 10

Lurik si Kain Bergaris-garis

Lurik adalah jenis bahan khas nusantara yang juga melewati proses penenunan dalam pembuatannya. Setelah diberi warna, benang-benang ditenun dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

Salah satu contoh lurik adalah seperti pada gambar ini:

Jika dulu yang biasa dibayangkan orang tentang lurik adalah sebatas kain garis-garis dengan warna-warna dasar seperti coklat, hitam, dan putih, kini sudah tidak begitu lagi keadaannya.

Lurik kini memiliki ragam warna yang kaya. Seperti contohg di atas, warnanya berkisar antara pink, ungu, hijau muda, dan banyak lagi warna-warna lainnya yang indah-indah.

Silakan klik di sini untuk melihat koleksi lurik kainikat.com.

Pada sebuah artikel di Fashionesedaily.com tentang lurik, dijelaskan bahwa lurik telah ada di jawa sejak zaman pra sejarah. Salah satu pembuktiannya adalah pada Prasasti peninggalan kerajaan Mataram (851-882 M) yang menunjukkan adanya kain lurik pakan malang.

Dalam artikel tersebut juga dijelaskan bahwa kata lurik berasal dari bahasa Jawa kuno lorek yang berarti lajur atau garis, belang dapat pula berarti corak.

Selain sebagai busana, lurik juga kerap diaplikasikan pada unsur fashion lainnya seperti pada tas ataupun dompet. Sementara itu, lurik juga digunakan untuk mempercantik tampilan placemat.


12
Jun 10

Sarung Tenun

Semua orang pasti mengenal sarung, salah satu pakaian yang bisa dibilang merakyat. Sarung diproduksi dengan cara menenun, yang pembuatannya dapat menggunakan dua macam alat, yaitu ATM [Alat Tenun Mesin] atau ATBM [Alat Tenun Bukan Mesin].

Masing-masing alat memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Secara kuantitas ATM lebih merajai, tetapi untuk kualitas ATBM lebih unggul karena keluwesan tangan lebih menjamin dibandingkan mesin.

Alat Tenun Bukan Mesin atau Gedokan adalah alat tenun dari kayu yang biasa digunakan oleh para perajin tenun. Bahan kain yang digunakan untuk membuat sarung tenun sangat beragam, apalagi jika menyangkut motif.

Mungkin sejauh ini kita hanya mengenal Songket, kain tenun asal Palembang atau Ulos dari Batak, padahal masih banyak produksi kain tenun dari penjuru daerah di seantero Indonesia yang memiliki kekhasan masing-masing. Seperti kain tenun Donggala yang terbuat dari benang sutra; lurik, kain tenun dari Yogjakarta dan Solo, yang khas dengan motif garis-garis; atau kerajinan tenun ikat sarung yang terkenal dari Samarinda.

Beragamnya gaya dan motif kain tenun di Indonesia membuat konsumen mancanegara jatuh cinta dengan produk anak negeri ini. Terbukti dari tingkat ekspornya yang cukup tinggi.

Dari sini muncul pertanyaan, bagaimana dengan putra-putri Indonesia? Apakah telah jatuh hati dengan produk dalam negeri, termasuk sarung tenun?


11
Jun 10

Tina Talisa, Sang Presenter, dan Busana Kain Ikat

Kain ikat adalah salah satu kekayaan budaya negeri. Dan, malam ini, Tina Talisa, seorang presenter televisi, mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan kain ikat.

Berikut ini adalah busana kain ikat yang dikenakan oleh Tina Talisa yang sempat kami bidik:

Di sebelahnya adalah foto koleksi kain ikat kami yang kebetulan sama dengan busana kain ikat yang dikenakan oleh sang presenter cantik, Tina Talisa.


10
Jun 10

Open House KainIkat.com & BatikIndonesia.com

Minggu lalu, tepatnya pada hari Jum’at, 4 Juni 2010, kami mengadakan acara Open House di showroom sederhana kami di kawasan Duren Sawit.

Mbak Yulia dan Mbak Dewandari

Cukup banyak juga yang menyempatkan datang, padahal dilaksanakan pada hari kerja. Dan, kami sangat berterima kasih kepada teman-teman yang bersedia datang dan melewatkan waktu di tempat kami yang sangat sederhana.

Kami sangat senang berkesempatan bertemu dengan pencinta kain ikat dan batik. Teman-teman yang hadir nampak antusias memilih kain-kain yang mereka sukai. Sungguh, tekad kami mengangkat kain khas Indonesia menjadi semakin kuat. Kami semakin bersemangat menghadirkan ragam kain dan motif asal negeri.

Kebetulan, selain mengelola kain ikat, kami juga menyediakan batik yang kami himpun di BatikIndonesia.com. Jadi, pencinta kain ikat yang hadir juga dapat melihat-lihat koleksi batik kami. Dan, sebaliknya. Pencinta batik pun pada akhirnya berkenalan dengan kain ikat.

Bahkan, kami juga memiliki koleksi yang menggabungkan keduanya. Yaitu, kain ikat yang dibatik. Silakan intip di sini.


5
Jun 10

Tenun Baron

Salah satu kain tenun yang sedang banyak dibicarakan adalah Tenun Baron.

Tenun Baron digagas oleh desainer Baron Manansang yang hasil kreasinya ini banyak diminati oleh pencinta fashion baik lokal maupun internasional.

Nama tenunannya diambil dari nama sang desainer, Baron. Tenunannya sendiri dibuat dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan berbahan dasar sutra. Jadi, masing-masing kain ditangani satu per satu dengan penuh ketekunan.

Kain yang ditenun dengan ATBM ini berbeda dengan kain yang dibuat menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin). Kain ATBM seperti Tenun Baron ini memiliki nilai seni tersendiri.

Baron Manansang juga banyak dikenal sebagai seorang seniman kain.

Kain karya Baron ini banyak digunakan sebagai selendang dan syal, selain juga dijadikan kain yang dipadupadankan dengan kebaya ataupun sebagai gaun dan tunik cantik.


20
May 10

Jumputan Palembang

Jika di Kalimantan dikenal dengan kata Sasirangan, sementara di Pulau Jawa dengan kata Kain Pelangi, maka di Palembang lain lagi.

Kain yang pemotifan dan pewarnaannya menggunakan sistem ikat celup (tie dye) ini di Palembang dikenal dengan Kain Jumputan. Maka kita biasa menyebutnya Kain Jumputan Palembang.

Salah satu koleksi kami adalah selendang jumputan pink berikut ini:

Silakan intip koleksi kain jumputan kami yang lainnya di http://kainikat.com/jumputan.

Selain dalam bentuk selendang, kami juga menyediakan kain jumputan untuk setelan yang terdiri dari kain bawahan, kain atasan, dan selendang. Namun jumlahnya sangat terbatas, sehingga saat ini sudah sold out.

Walau begitu, kami akan menghadirkan kain jumputan, kain pelangi, dan kain sasirangan lagi di waktu mendatang, selain koleksi kain ikat. Kami akan tetap pada komitmen untuk menghadirkan berbagai kain nusantara.


18
May 10

Kain Tapis di Tangan Stephanus Hamy

Seperti yang dituturkan Amandra Mustika Megarani dalam artikelnya yang berjudul Gaya Lokal Rasa Global di TempoInteraktif.com, Stephanus Hamy kembali berkreasi dengan kain nusantara.

Kali ini yang menjadi perhatian desainer kondang satu ini adalah kain tapis asal Lampung. Kreasinya tersebut membuka Jakarta International Food and Fashion Festival (JIFFF) 2010 di Grand Ballroom Hotel Harris, Kelapa Gading yang diadakan hari Rabu silam.

Stephanus Hamy juga belakangan mengeluarkan serangkaian buku dengan judul seri Chic Mengolah Wastra Indonesia. Dalam seri tersebut, di antaranya ia mengangkat kain tenun NTT, wastra Bali, dan batik Jawa Barat.


29
Apr 10

Kain Ikat ala SBY

Berikut ini adalah kain ikat yang dikenakan oleh Sang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kain ikat ini dijadikan kemeja dengan motif besar diletakkan di samping kiri dan kanan. Sementara motif garis atau luriknya di bagian lengan dan leher.

Foto koleksi Jeanny Silvie Ratu dari FB-nya di SINI.

Kebetulan kami juga pernah memiliki koleksi kain tenun ikat dengan motif serupa seperti berikut ini. Namun, warnanya berbeda.


8
Apr 10

Kesibukan Tim KainIkat.com

Setiap hari, kami mengawali pagi dengan semangat.

Ada yang sibuk mengambil foto, meng-upload ke FB dan Web, ada pula yang asyik mengecek pesanan yang masuk dan pembayaran, tak ketinggalan, ada yang dengan rajinnya membungkus pesanan para pelanggan.

Kesibukan yang menyenangkan, karena kami begitu dekat dengan kain-kain nan cantik.


5
Apr 10

Sibuk: Showroom Kain Ikat

Selama sebulan ini, kami — tim kainikat.com — disibukkan dengan proses pindahan ke showroom kami di Duren Sawit. Tepatnya di Jl. Laut Banda, Duren Sawit, Jakarta Timur. Letaknya tak jauh dari Sekolah Menengah Atas di Duren Sawit.

Memindahkan kain sebanyak itu bukan hal yang mudah. Terlebih, saat proses berlangsung, datang pula beberapa koleksi baru dari pengrajin kami. Namun, akhirnya selesai juga. Dan, semua kain, selendang, seprai, sarung bantal, taplak, tas, dan lainnya tertata rapi di atas rak masing-masing.

Dan, setelah beberapa waktu, kami juga mempercantik showroom ini dengan cermin, manekin, dan rak dinding. Rasanya lengkap sudah. Jika ada yang berkunjung dan memantas-mantaskan kain di tubuh, bisa mengaca di cermin untuk memastikan bahwa kain itu cocok.

Ingin berkunjung? Buat janji dulu ya dengan menghubungi kami. Untuk sementara ini, by appointment only ya…