Makna di Balik Warna Kain Sasirangan


Sasirangan adalah kain ikat adat Suku Banjar, Kalimantan Selatan. Kain ini digunakan pada upacara-upacara adat. Kain ini dibuat dengan cara menyirang (menjelujur), kemudian diikat dan dicelup. Dari cara membuatnya inilah kain ini disebut sasirangan.

Kain sasirangan dibuat dengan berbagai warna. Ternyata, di balik warna tersebut menyimpan makna tentang sesuatu yang sedang dijalankan oleh pemakainya. Dahulu, kain ini dibuat dengan tujuan untuk mengobati penyakit. Karena itu, makna dari warna-warna kain tersebut sesuai dengan penyakit yang sedang diderita oleh pemakainya.

Berikut ini warna-warna sasirangan beserta maknanya:

  1. Kain sasirangan warna hitam menandakan bahwa pemakainya sedang menjalani terapi penyembuhan penyakit demam dan kulit gatal-gatal.
  2. Kain sasirangan warna hijau, berarti pemakainya sedang dalam terapi penyembuhan dari penyakit stroke.
  3. Kain sasirangan warna  cokelat menandakan pemakainya sedang berjuang melawan stres.
  4. Kain sasirangan warna merah, bertanda bahwa pemakainya sedang dalam proses penyembuhan sakit kepala dan sulit tidur.
  5. Kain sasirangan warna kuning memberi tanda bahwa pemakainya sedang menjalani terapi penyembuhan penyakit kuning.
  6. Kain sasirangan warna ungu adalah tanda bahwa pemakainya sedang dalam perawatan karena menderita penyakit perut (disentri, kolera, atau diare).

Betapa sederhananya proses pengobatan tersebut. Andaikan hingga saat ini penyakit-penyakit tersebut dapat sembuh dengan hanya menjalani terapi menggunakan sasirangan ….

 

-

Comments are closed.