Nelvi adalah pengusaha songket. Bukan hanya itu, ia dan suami sudi berbagi ilmu tentang tenun songket sekaligus membantu para usahawan baru dalam bidang songket.
Namun, Nelvi tidak menyombongkan diri. Bahkan, Nelvi kerap disangka pegawai toko oleh pelanggan yang hendak membeli kain tenun songket produksinya.
Jika ditanya sudah berapa bulan bekerja, ia menjawab singkat, “Sudah dua bulan.”
Nelvi telah menjalankan usahanya ini semenjak puluhan tahun yang lalu. Ia memulai usaha di bidang pembuatan dan penjualan tenun songket, bordir, dan beragam penganan khas Minang.
Meski di awal usaha, karyanya ditolak oleh toko-toko penjual songket, ia tak menyerah.
Ia memulai usaha semenjak masih kuliah di Jurusan Kimia IKIP Padang.
Perlu dicatat bahwa adalah Nelvi dan suaminya adalah wirausaha mandiri yang tumbuh dari bawah tanpa gemerlap fasilitas apa pun dari pemerintah atau kredit industri perbankan.
Kegigihan dan ketekunan mereka lah yang kemudian membuat mereka maju dan sukses seperti sekarang ini.


