Sadarkah bahwa seringkali kepribadian kita terbentuk oleh mitos-mitos yang tersebar di sekitar? Tahukah bahwa kita kerapkali hanya mengikuti apa yang sedang ‘hits’ tanpa memiliki karakter sendiri?
Ya, tanpa sadar kita yang seharusnya menjadi pengendali, malah seringkali dikendalikan oleh lingkungan dan mitos yang diciptakan pasar. Contoh sederhananya, terlihat dari bagaimana masyarakat Indonesia sangat mudah dikendalikan oleh iklan-iklan yang bertebaran di televisi.
Iklan-iklan tersebut kemudian menciptakan mitos yang diikuti tanpa pikir panjang. Lihat saja bagaimana para perempuan berlomba-lomba meluruskan rambut dan diet mati-matian demi membentuk dirinya menjadi sosok cantik seperti model iklan. Kondisi inilah yang membuat Indonesia terlihat tak memiliki karakter kuat.
Harusnya Indonesia, negeri yang kaya akan kebudayaan, bisa memiliki jati diri tersendiri, sehingga tetap menjadi bangsa yang berkepribadian. Sudah saatnya masyarakat Indonesia menciptakan mitos dari warisan budaya Indonesia, seperti melekatkan kain tenun dalam kehidupan sehari-hari.
Maksudnya? Sudah saatnya kita membuat kain tradisional tersebut menjadi hal yang membanggakan, sehingga membuat para pemakainya menjadi percaya diri. Kita buat orang-orang sadar bahwa dengan memakai kain tenun, penampilan akan semakin anggun dan eksotik. Dengan upaya inilah, kita bisa membuat Indonesia memiliki karakter budaya yang kuat dan tidak menjadi boneka yang mudah dikendalikan.
Sumber tulisan: Catatan Tentang “Mendulang Mitos” « RIZALDI SIAGIAN.


